Breaking News:

Berita Banyuwangi

Ngopi Jaran Goyang di Desa Kemiren Kental Tradisi Suku Osing Banyuwangi, Sekali Seduh Jadi Saudara

Sensasi ngopi Jaran Goyang di Desa Wisata Kemiren kental akan tradisi Suku Osing Banyuwangi, sak corotan dadi seduluran atau sekali seduh jadi saudara

Penulis: Nur Ika Anisa | Editor: Dwi Prastika
Instagram @kopai_osing
Masyarakat Osing Kemiren Banyuwangi menyangrai kopi secara tradisional, 2021. 

Ada 47 homestay yang dikelola masyarakat. Beberapa kamar di antaranya disewakan untuk wisatawan. Pemandangan yang ada pun bakal membuat wisatawan semakin betah. Wisatawan bisa menikmati pemandangan Gunung Ijen maupun Gunung Raung yang terlihat jelas dari sana.

Jarak Desa Wisata Kemiren dari Kota Banyuwangi sekitar 10 kilometer. Akses jalan cukup mudah, bisa ditempuh menggunakan sepeda motor maupun kendaraan roda empat.

Banyak pihak yang terlibat dalam promosi maupun pengembangan wisata Desa Adat Kemiren. Di antaranya Bank Indonesia (BI) dan Generasi Baru Indonesia (GenBI) Jember.

Edy menuturkan, keterlibatan Bank Indonesia dimulai pada 2019. Saat itu, GenBI Jember dan Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jember, Hestu Wibowo, melakukan kunjungan ke sana. Tertarik dengan keunggulan yang dimiliki, BI Jember pun turun tangan untuk terlibat dalam pengembangan Desa Wisata Kemiren.

Kopi Kemiren Jaran Goyang Banyuwangi menjadi UMKM binaan Bank Indonesia.
Kopi Kemiren Jaran Goyang Banyuwangi menjadi UMKM binaan Bank Indonesia. (Instagram @desa_kemiren)

Bantuan yang dijanjikan BI tampaknya bukan sekadar angin surga. Setelah kunjungan yang dilakukan, BI Jember langsung melakukan penganggaran untuk sarana-prasarana berupa bantuan sound system pertunjukan, perbaikan toilet dan pembangunan rumah adat Osing di Dusun Kedaleman Desa Kemiren.

“Kami mengajukan UMKM kami yaitu Kopi Kemiren Jaran Goyang menjadi UMKM binaan Bank Indonesia. Akhirnya kami menjadi UMKM inspiratif Bank Indonesia se-Jatim di 2019, mewakili Bank Indonesia Jember. Saat ini menempuh SNI untuk kopi,” ujar Edy.

Terkait Pengembangan Kopi Jaran Goyang, Edy menambahkan, Bank Indonesia Jember juga memberi dukungan berupa perbaikan tempat produksi kopi khas Kemiren yang dikelola masyarakat setempat.

“Kami masih proses. Cukup banyak yang dilakukan Bank Indonesia dan GenBI Jember terutama untuk pengembangan kepariwisataan dan UMKM di Desa Wisata Kemiren,” ujar Edy.

Edy melanjutkan, Desa Wisata Kemiren Banyuwangi telah kembali menyambut wisatawan di era new normal. Ia juga memastikan, di masa pandemi Covid-19 (virus Corona) seperti ini, seluruh pengunjung wajib menjalankan protokol kesehatan.

Adapun protokol kesehatan yang dimaksud adalah dengan menggunakan masker, mencuci tangan dengan sabun, menjaga jarak serta tidak berlibur ketika suhu badan lebih dari 37,5 derajat celsius.

“Selama pandemi, beberapa kegiatan masih berjalan dan ada kunjungan wisatawan. Namun untuk Pokdarwis kami mengonsep small group, paket terpecah di beberapa tempat dan private untuk menjaga keamanan wisatawan dan masyarakat,” ujar Edy.

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved