Breaking News:

Berita Kota Malang

Wali Kota Sutiaji Lebih Setuju PPKM Mikro Dikuatkan Ketimbang Perpanjangan Penyekatan di Kota Malang

Wali Kota Sutiaji lebih setuju penerapan PPKM Mikro dikuatkan daripada aturan perpanjangan penyekatan di Kota Malang. Sektor ekonomi jadi alasan.

Penulis: Rifki Edgar | Editor: Dwi Prastika
TRIBUNJATIM.COM/RIFKI EDGAR
Wali Kota Malang, Sutiaji (tengah) bersama Wakil Bupati Malang Didik Gatot Subroto dan Kepala Bakorwil III Malang, Sjaichul Ghulam, Kamis (27/5/2021). 

Reporter: Rifki Edgar | Editor: Dwi Prastika

TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Perpanjangan penyekatan di Kota Malang yang berlangsung sampai 30 Mei 2021 ternyata tidak disetujui oleh Wali Kota Malang, Sutiaji.

Orang nomor satu di Kota Malang itu, ternyata memiliki pertimbangan sendiri, kenapa dia kurang menyetujui adanya perpanjangan penyekatan secara terus menerus.

Salah satu faktor yang menyebabkan Sutiaji kurang 'srek' dengan penyekatan adalah terkait dengan sektor ekonomi.

Dengan adanya penyekatan tersebut, kata Sutiaji, membuat pertumbuhan ekonomi di Kota Malang menjadi kurang maksimal.

Padahal, kata dia, setiap daerah ditarget agar rasio pertumbuhan ekonomi bisa surplus di tahun 2021. 

Sesuai arahan dari Presiden Joko Widodo yang telah menargetkan pertumbuhan ekonomi di Indonesia bisa naik 7 persen pada kuartal kedua.

"Sebenarnya saya tidak setuju. Saya setujunya PPKM Mikro dikuatkan. Agar ekonomi tidak mati terus. Jadi saya minta memang PPKM dikuatkan, tapi penyekatan sedikit demi sedikit dibuka," ucapnya, Kamis (27/5/2021).

Sutiaji bersyukur, pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat atau PPKM Mikro kini sudah diberlakukan secara nasional di Indonesia. Hal ini pun membuka peluang ekonomi agar bisa tetap jalan secara pelan-pelan.

Baca juga: Tangis Keluarga Pecah Mendengar Kabar Kecelakaan Maut di Poncokusumo Malang: Keluargaku Tiada

Dampaknya pun nanti berimbas kepada kebijakan yang sebelumnya telah diterapkan oleh Pemerintah Kota Malang. Seperti aturan work from home (bekerja dari rumah) yang sebelumnya 50-50 persen bisa menjadi 75-25 persen.

"Nah kalau itu dikuatkan insyaallah kerannya ini mulai dibuka, maka ekonomi juga mulai dibuka pelan-pelan. Saya insyaallah ada upaya untuk berdiskusi kembali besok atau nanti telepon pak Dirjen dalam negeri," ucapnya.

Sutiaji berharap, penyekatan yang dimulai pada sebelum Lebaran kemarin bisa berakhir pada akhir Mei 2021 dan tidak ada perpanjangan.

"Mungkin penyekatan sampai Mei lah. Tapi kalau sampai Agustus ya kita ambrek (ambruk). Dan rupanya di daerah-daerah kan sudah ada kelonggaran. Karena ekonomi sudah mulai bergerak," tandasnya.

Berita tentang Kota Malang

Berita tentang Jawa Timur

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved