Berita Surabaya

Kelola Enam Titik, Penggiat Bisnis UMKM Migas Berbagi Tips Buka Usaha Pertashop

Pengusaha Pertashop Tulungagung dan Trenggalek, Bambang Purwito, hadir membagikan pengalamannya setelah membuka usaha Pertashop di enam titik.

Editor: Ndaru Wijayanto
istimewa
Pengusaha Pertashop Tulungagung dan Trenggalek, Bambang Purwito, hadir membagikan pengalamannya 

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Pengusaha Pertashop Tulungagung dan Trenggalek, Bambang Purwito, hadir membagikan pengalamannya setelah membuka usaha Pertashop di enam titik.

Bambang hadir dalam Webinar Pertashop yang digelar Pertamina Marketing Region Jatimbalinus dengan PT Bank Mandiri Tbk atau Bank Mandiri Regional VIII/Jawa III Surabaya, Kamis (27/5/2021).

"Saya ada lahan, ada yang saya sewa dan ada yang dibeli untuk buka Pertashop ini. Pertama adalah menunjukkan titik-titik lokasi kepada Pertamina untuk rencana saya buka Pertashop di Tulungagung dan Trenggalek," kata Bambang, mengawali pembicaraan dalam Webinar bertema Sinergi Kemitraan Pertashop Pertamina dan Mandiri di area Kediri tersebut.

Selanjutnya Bambang memaparkan, investasi yang dia lakukan dengan lahan milik sendiri, cukup dengan biaya Rp 250 juta.

"Dana itu untuk investasi pembelian modular dari Pertamina. Tapi saya harus mengeluarkan biaya lain untuk menguruk dan meratakan tanah dan membuat pagar keliling serta membuat tatakan modular sekitar Rp 150 juta," cerita Bambang.

Kemudian untuk sewa lahan, saya mengeluarkan biaya sewa sekitar Rp 50 juta sampai Rp 70 juta selama 10 tahun. Dengan tambahan modular dan menyiapkan area, investasi sekitar Rp 450-470 juta.

"Kalau beli lahan baru, di sekitaran Tulungagung dan Trenggalek dengan titik yang cocok bisa mencapai Rp 400 juta," ungkap Bambang. Semuanya dengan luasan diatas 210 meter persegi hingga 500 meter persegi.

Dalam pendapatannya, per liter Pertamax, Bambang mendapatkan margin harga sekitar Rp 850 per liter.

Dengan rata-rata per hari bisa mencapai 500 liter hingga 1.000 liter, per bulan keuntungan memperoleh pendapatan sekitar Rp 30 juta atau bersih minimal Rp 25 juta.

"Dan untuk daerah titik Pertashop saya, memang jauh dari SPBU dan dengan beli Pertamax di Pertashop lebih dekat, mudah, aman dan harga sama dengan SPBU. Sementara kalau beli eceran, sudah pasti harga diatas SPBU, dan mayoritas bukan Pertamax, tapi harganya sama dengan Pertamax dan kadang mahal," cerita Bambang.

Dalam Webinar tersebut, turut hadir Valino, Sales Area Manager Kediri, PT Pertamina Patra Niaga Subholding Commercial & Trading. Juga Luhut S P. Siahaan, Micro Banking Head Region VIII/Jawa III Bank Mandiri serta Anandito J Prakoso, Area Head Bank Mandiri Kediri.

Dalam paparannya, Valino mengatakan, investasi Pertashop dari Pertamina, minimal Rp 250 juta. "Investasi itu untuk harga modular dan perlengkapannya senilai Rp 230 juta dan biaya pengiriman Rp 20 juta, menjadi Rp 250 juta," jelas Valino.

Bagi warga masyarakat yang berminat invetasi atau membuka Pertashop bisa mengajukan ke Pertamina dengan menunjukkan titik lahan yang diajukan. Kemudian akan disurvey dan bila layak bisa diterima. "Untuk masyarakat atau badan usaha yang berminat Pertashop tapi tidak ada dana, ada Bank Mandiri yang siap support dengan KUR," tambah Luhut.

KUR untuk usaha Pertashop, Mandiri ada plafon nilai hingga Rp 500 juta. "Dengan Rp 500 juta, bisa untuk modular Rp 250 juta dan sisanya mungkin untuk beli lahan, sewa lahan, atau pembangunan lahan mungkin," ungkap Luhut.
KUR untuk Pertashop memiliki jangka waktu hingga lima tahun.

Sinergi dua BUMN ini merupakan upaya bersama keduanya untuk mendukung peningkatan ekonomi masyarakat di pedesaan. Karena selain warga masyarakat dengan menggunakan usaha berbadan hukum, seperti PT, CV, UD, kelompok masyarakat dengan badan hukum koperasi dan BUMDes (Badan Usaha Milik Desa) juga bisa membuka usaha Pertashop.

"Bisa memaksimalkan lahan-lahan milik desa yang dikelola BUMDes dengan lebih menghasilkan," tandas Valino.(rie/Sri Handi Lestari).

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved