Breaking News:

Berita Nganjuk

Optimalkan Grup WhatsApp Jadi Langkah BKKBN Pantau Terjadinya Stunting pada Bayi dan Ibu Hamil

Mengoptimalkan grup WhatsApp 'Siap Bahagia' menjadi langkah BKKBN untuk memantau terjadinya stunting pada bayi dan ibu hamil.

Penulis: Achmad Amru Muiz | Editor: Dwi Prastika
ISTIMEWA/TRIBUNJATIM.COM
Rapat koordinasi dan sosialisasi program BKKBN bersama  para penyuluh KB di Kabupaten Nganjuk, 2021. 

Reporter: Achmad Amru Muiz | Editor: Dwi Prastika

TRIBUNJATIM.COM, NGANJUK - Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) bahas promosi dan pengasuhan seribu hari pertama kehidupan (HPK).

Hal itu dilakukan BKKBN dengan menggelar sosialisasi materi dan media komunikasi, informasi dan edukasi (KIE) di Kabupaten Nganjuk.

Kepala Dinas PPKB Kabupaten Nganjuk, Widyasti Sidhartini mengatakan, tujuan kegiatan tersebut untuk memonitor sekaligus evaluasi promosi dan KIE seribu HPK melalui multilevel WhatsApp group. Itu dilakukan mengingat saat ini para penyuluh KB sudah tergabung dalam grup WhatsApp tingkat provinsi, dan dibagi empat daerah yang mencakup sasaran sebanyak 44 desa atau kelurahan.

"Melalui WA group tersebut dapat digunakan untuk memantau keluarga yang memiliki bayi di bawah dua tahun, atau ibu hamil untuk mencegah stunting," kata Widyasti Sidhartini, Jumat (28/5/2021).

Dijelaskan Widyasti Sidhartini, dengan WA Group "Siap Bahagia" bertujuan untuk mewujudkan keluarga yang bahagia. Di mana apabila terdapat keluarga yang bermasalah, maka kader BKKBN bisa secepatnya melakukan konsultasi melalui grup tersebut.

Dinas PPKB Kabupaten Nganjuk sendiri, menurut Widyasti Sidhartini, siap menerima program-program terkait keluarga, baik dari pusat maupun provinsi untuk Kabupaten Nganjuk.

"Kami menyadari tidak dapat bekerja sendiri untuk membangun keluarga di Kabupaten Nganjuk yang lebih baik," ujar Widyasti Sidhartini.

Sementara Koordinator Bidang KSPK BKKBN Provinsi Jawa Timur, Suhartuti mengatakan, pihaknya berpesan kepada para penyuluh untuk memanfaatkan grup WhatsApp "Siap Bahagia" dengan baik. Termasuk membuka diri dengan memberi masukan, bila ada konten maupun perlombaan yang dirasa kurang.

"Kita nanti bisa konsultasi dan koordinasikan bersama, kita harus buktikan bahwa grup WhatsApp itu berjalan dan membawa manfaat besar, terutama bagi keluarga yang kita pantau," tutur Suhartuti.

Berita tentang Kabupaten Nganjuk

Berita tentang Jawa Timur

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved