Breaking News:

Berita Kediri

Fasilitasi UMKM Kota Kediri Mengurus Izin dan Hak Merek Gratis

Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) Kota Kediri secara konsisten memberikan layanan fasilitas pengurusan hak merek untuk Usaha Menengah

(Surya/Didik Mashudi)
Salah satu produksi sambel pecel asal Kota Kediri telah mampu menembus pasar ekspor ke sejumlah negara. 

Reporter : Didik mashudi | Editor : Yoni Iskandar

TRIBUNJATIM.COM,KEDIRI - Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) Kota Kediri secara konsisten memberikan layanan fasilitas pengurusan hak merek untuk Usaha Menengah Kecil dan Mikro (UMKM) secara gratis kepada masyarakat.

Kepala Dinas Perdagin, Tanto Wijohari menjelaskan, dalam kurun 7 tahun terakhir secara konsisten memberikan bantuan fasilitasi pengurusan hak merek secara gratis bagi pelaku UMKM.

"Hal itu penting untuk melakukan proteksi agar produk lokal kita tidak dipalsukan, oleh pihak yang tidak bertanggung jawab," jelas Tanto Wijohari, saat dihubungi, Jumat (28/5/2021).

Sementara untuk memfasilitasi para pelaku UMKM Kota Kediri yang memiliki potensi ekspor, Pemerintah Kota Kediri berkolaborasi dengan para pemangku kepentingan, termasuk Kamar Dagang dan Industri Kota Kediri dan Kantor Pelayanan Pajak dan Bea Cukai Kediri.

"Kita terus mendorong produk UMKM kita untuk go international. Dari Disperdagin sendiri tahun ini akan menjalin kerjasama dengan Export Center Surabaya, unit kerja dibawah Kementerian Perdagangan," tambah Tintawati, Sekretaris Disperdagin.

Sejumlah UMKM di Kota Kediri berpotensi melakukan ekspor produk makanan olahan. Salah satunya sambel Pecel Mbak Ti yang diproduksi Budi Handayani.

Setiap bulan Budi mampu memproduksi sambel pecel hingga 2 ton. Selain dipasarkan di dalam negeri juga diekspor ke Malaysia, Hongkong, hingga Dubai, Uni Emirat Arab.

Baca juga: Hari Kebangkitan Nasional Diaspora Kota Kediri Diajak Bangkitkan UMKM

"Untuk lokal Indonesia, Pecel Mbak Ti telah memiliki agen di Kalimantan sejak 10 tahun lalu. Di Jawa ada di Wonosobo, Semarang, Jabodetabek dan sekitaran Karesidenan Kediri," jelasnya kepada TribunJatim.com.

Budi menjelaskan pihaknya selama ini merasa sangat dibantu dan diberi kemudahan oleh Pemerintah Kota Kediri, utamanya perihal perizinan.

"Pemerintah Kota Kediri sangat membantu masalah perizinan, dimudahkan sekali. Mulai awal ngurus izin dari SPP-PRIT (Sertifikat Produksi Pangan – Industri Rumah Tangga) dan lain-lain, gak ada yang membayar sama sekali. Semua difasilitasi pemerintah semua," ungkapnya.

Hal ini selaras dengan branding Kota Kediri The Service City yang dicanangkan Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar. Sebagai kota jasa, Walikota Kediri memastikan kemudahan dan fasilitasi perizinan khususnya bagi UMKM di Kota Kediri.

Berita tentang UMKM KOta Kediri

Penulis: Didik Mashudi
Editor: Yoni Iskandar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved