Breaking News:

Berita Madura

Musim Kemarau Bangkalan Diguyur Hujan, Ini Penjelasan Badan Penanggulangan Bencana Daerah

Langit cerah dan terik panas matahari mendadak berubah mendung hingga hujan dengan intensitas lebat pada siang dan sore hari mewarnai cuaca di

Penulis: Ahmad Faisol
Editor: Januar Adi Sagita
ISTIMEWA/TRIBUNJATIM.COM
ilustrasi hujan di musim kemarau di Bangkalan 

Reporter: Ahmad Faisol | Editor: Januar AS

TRIBUNJATIM.COM, BANGKALAN – Langit cerah dan terik panas matahari mendadak berubah mendung hingga hujan dengan intensitas lebat pada siang dan sore hari mewarnai cuaca di Kabupaten Bangkalan dalam beberapa hari terakhir. Seperti hujan lebat yang menerjang kawasan Kota Bangkalan, Sabtu (29/5/2021) siang.  

Hawa sejuk dari awan mendung perlahan mulai mengusir hawa panas dari terik matahari di kawasan Kota Bangkalan sekitar pukul 12.00 WIB. Tidak berselang lama, hujan lebat pun menyebabkan genangan air di sejumlah jalur protokol Kota Bangkalan.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah ((BPBD) Kabupaten Bangkalan, Rizal Morris menyampaikan penyebab masih terjadinya hujan sejak 23 Mei hingga saat ini yang mulai tiba-tiba mengguyur di tengah peralihan ke musim kemarau.

“Hujan tersebut disebabkan terjadinya Gelombang Equatorial Rossby, jenis gelombang inersia (kelembaman) yang terjadi secara alami dalam cairan yang berputar,” ungkap Rizal kepada Surya. 

Sebagaimana dirilis Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Juanda, Equatorial Rossby Waves atau Gelombang Rossby Ekuator merupakan gelombang atmosfer yang bergerak ke arah barat di sepanjang wilayah ekuator (20LU - 20LS) dengan periode kurang dari 72 hari. 

Baca juga: ABG Kediri Tak Sadar Direkam Pria Bejat Saat Mandi, Pelaku Ajukan 1 Syarat Agar Video Tak Viral

Rizal menjelaskan, secara umum Gelombang Rossby bisa bertahan 7 - 10 hari di wilayah Indonesia. Keberadaan gelombang ini masih akan terus berada khususnya di wilayah Pulau Jawa hinggal 30 Mei mendatang. 

BPBD Bangkalan menghimbau kepada masyarakat Kabupaten Bangkalan untuk senantiasa waspada dalam kondisi pancaroba saat ini, terlebih yang ditandai dengan kondisi udara terasa panas, arah angin tidak teratur, dan kadang turun hujan dalam waktu singkat dan sangat lebat disertai angin kencang dan petir.

“Berpotensi mengakibatkan bencana hidrometeorologi (banjir, longsor dan cuaca ekstrim),” pungkas Rizal. (edo/ahmad faisol) 

Kumpulan berita Bangkalan terkini

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved