Breaking News:

IIK Bhakti Wiyata Kediri Dukung Pelaksanaan Workshop Nasional Perdana yang Digelar PPTKTI

Keikutsertaan IIK Bhakti Wiyata dalam Workshop Nasional oleh PPTKTI ini membuktikan eksistensi IIK Bhakti Wiyata.

Editor: Dwi Prastika
ISTIMEWA/TRIBUNJATIM.COM
Kaprodi D4 PTT IIK Bhakti Wiyata Kediri, Anindini Winda Amalia turut mendukung pelaksanaan workshop nasional PPTKTI, 2021. 

TRIBUNJATIM.COM, KEDIRI - Perkumpulan Pendidikan Tinggi Kesehatan Tradisional Indonesia (PPTKTI) menginisiasi penyelenggaraan pengabdian masyarakat di tengah pandemi Covid-19 (virus Corona), dengan menyelenggarakan Workshop Pengmas Nasional secara daring dan luring pada Sabtu (10/4/2021).

Workshop yang bertemakan “Meningkatkan Daya Tahan Tubuh dengan Upaya Kesehatan Tradisional pada Masa Pandemi” itu menghadirkan pemateri dari institusi pendidikan anggota PPTKTI. Di antaranya, D4 Pengobatan Tradisional Tiongkok IIK Bhakti Wiyata Kediri, D3 dan D4 Pengobatan Tradisional Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, D4 Akupuntur dan Herbal UKDC Surabaya, dan D3 Jamu Poltekkes Surakarta.

Acara dibuka dengan sambutan dari ketua PPTKTI, Suhariningsih yang menyampaikan tentang anggota PPTKTI adalah institusi pendidikan formal pada bidang kesehatan tradisional dan telah memiliki organisasi profesi.

Adapun anggotanya terdiri dari IIK Bhakti Wiyata Kediri dan Universitas Kristen Dharma Cedika dengan OP-nya adalah Perkumpulan Pengobat Tradisional Interkontinental Indonsesia (PPTII), Poltekkes Surakarta dengan OP-nya adalah Perkumpulan Profesi Kesehatan Tradisional Jamu Nasional (PPKESTRAJAMNAS), Universitas Airlangga Surabaya dengan OP-nya adalah Perkumpulan Pengobat Tradisional Indonesia (PPTI), dan Univesitas Binawan serta akan segera bergabung dari IMDS Jakarta dan UNHI Bali.

Ketua PPTKTI menyampaikan, telah ada institusi pendidikan formal kesehatan tradisional di Indonesia, sehingga bila masyarakat akan mencari layanan pengobatan tradisional seharusnya datang ke alumni lulusan institusi pendidikan formal kesehatan tradisional.

Pada kesempatan ini, empat institusi pendidikan anggota PPTKTI menyampaikan terkait cara meningkatkan daya tahan tubuh dengan kesehatan tradisional di masa pandemi, karena PPTKTI merupakan institusi pendidikan formal di bidang kesehatan.

Materi yang disampaikan pun telah melalui proses pengkajian secara ilmiah sehingga para peserta bisa mempraktikkan langsung prosedur yang benar dari kajian ilmiah yang telah dilakukan.

Acara ini juga dihadiri oleh Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Budi Gunadi Sadikin.

“Ahli pengobatan tradisonal yang bersifat kearifan lokal perlu dipelajari, karena memang ada beberapa negara yang sudah berhasil mengembangkan kearifan lokalnya dalam bentuk produk dan layanan kesehatan,” ujar Budi Gunadi Sadikin.

Untuk mewujudkan hal tersebut, maka perlu adanya sistematika agar produk dan layanan kesehatan yang bersifat kearifan lokal bisa secara sistematis masuk ke produk dan layanan kesehatan yang normal.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved