Berita Kota Batu

Saling Klaim Aset Pembangunan Uji KIR Kota Batu, Polemik Bekas Kantor KPU Belum Temui Titik Terang

Saling klaim aset pembangunan uji KIR di Kota Batu, polemik kepemilikan aset bekas Kantor KPU Kota Batu di Desa Tlekung belum menemui titik terang.

Penulis: Benni Indo | Editor: Dwi Prastika
TRIBUNJATIM.COM/BENNI INDO
Kantor KPU Kota Batu saat masih beroperasi di Desa Tlekung, Kota Batu. Saat ini, KPU Kota Batu sudah tidak berkantor lagi di sini dan Pemkot Batu merencanakan membangun tempat uji KIR, 2020. 

Reporter: Benni Indo | Editor: Dwi Prastika

TRIBUNJATIM.COM, KOTA BATU - Polemik kepemilikan aset bekas Kantor KPU Kota Batu yang berada di Desa Tlekung belum menemui titik terang.

Kepala Desa Tlekung, Mardi mengatakan, lahan di tempat itu adalah aset milik Pemerintah Desa Tlekung.

Namun baru-baru ini, anggota DPRD Kota Batu, Didik Machmud mengatakan kalau lahan tersebut milik aset Pemkot Batu.

Hal itu diketahui Didik berdasarkan tinjauannya langsung ke lokasi beberapa waktu lalu.

Katanya, aset tersebut telah diserahkan dari Pemdes Tlekung ke Pemkot Batu pada tahun 2005.

Penyerahan itu dilakukan menyusul dipecahnya dua tempat yang kini menjadi Desa Tlekung dan Kelurahan Dadaprejo.

“Terkait dokumen aset tersebut sebenarnya sudah menjadi milik Pemkot Batu. Saat itu aset yang diserahkan untuk pembangunan fasilitas umum berupa Kantor KPU dan Polsek Junrejo. Ini kan digunakan untuk fasilitas umum, seharusnya Pemerintah Desa Tlekung tak perlu mempermasalahkannya,” terang Didik, Minggu (30/5/2021).

Di sisi lain, Didik juga menyarankan agar Pemkot Batu bisa memenuhi keinginan Pemdes Tlekung untuk membangun PAUD di Dusun Gangsiran Ledok. Pun aset yang kini telah dimanfaatkan oleh Predator Fun Park, agar dikembalikan dari Pemkot Batu ke Pemdes Tlekung.

Baca juga: DLH Kota Batu Sebut Air Lindi TPA Tlekung Tak Mengalir Lagi ke Sungai: Sudah Diperbaiki

“Jadi harus ada jalan tengah. Selama aset digunakan untuk fasilitas umum bukan jadi masalah. Beda lagi ketika aset tersebut disalahgunakan,” tegas politisi Golkar ini.

Kepala Desa Mardi saat dihubungi TribunJatim.com mengatakan kalau lahan yang akan dijadikan tempat uji KIR adalah aset milik desa. Ia mengklaim lahan itu memiliki luas 13.000 meter persegi.

Dikatakannya, Pemdes Tlekung tidak bisa serta merta melepas aset desa begitu saja.

Sebagai gantinya, jika nanti aset dialihkan milik Pemkot Batu, Mardi ingin pembangunan PAUD di Dusun Gangsiran Ledok. Pasalnya, tidak ada fasilitas sekolah PAUD di sana.

Sebagian aset lahan kas desa itu juga telah disewa oleh Predator Fun Park. Sedangkan Pemkot Batu, kata Mardi, ingin perluasan lahan untuk kebutuhan tempat uji KIR ke arah Predator Fun Park.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved