Breaking News:

Berita Lamongan

Wujudkan Kabupaten Layak Anak, Lamongan Suguhkan Layanan WhatsApp Sego Boran hingga Antri Ketan

Keseriusan Pemkab Lamongan untuk  mewujudkan Lamongan sebagai Kabupaten Layak Anak (KLA) dilakukan dengan berbagai inovasi.

Penulis: Hanif Manshuri | Editor: Ndaru Wijayanto
Hanif Manshuri
Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi saat menyampaikan beragam inovasi untuk mewujudkan KLA 

Reporter: Hanif Manshuri I Editor: Ndaru Wijayanto

TRIBUNJATIM.COM, LAMONGAN - Keseriusan Pemkab Lamongan untuk mewujudkan Lamongan sebagai Kabupaten Layak Anak (KLA) dilakukan dengan berbagai inovasi.

Di antaranya, pelayanan via WA Sego Boran  (Sarana Elektronik Gratis Berkas Online Administrasi Kependudukan),  Layanan Sabtu Ceria Akta Kelahiran dan Kematian (Antri Ketan).

Tak hanya itu, juga ada Layanan Laboratorium (LALA Mobile), Canting Instan yakni program cegah stunting pada anak, Ojek GR Say (Pojok Gizi dan Gerobak Sayur) serta Fasilitas ILA (Informasi Layak Anak).

"Selain berbagai inovasi untuk meningkatan layanan, Lamongan juga mengeluarkan berbagai produk hukum untuk mendukung terwujudnya KLA, terbaru, Kabupaten Lamongan telah mengesahkan Perda Nomor 4 Tahun 2021 tentang kawasan tanpa rokok," ungkap Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi, Minggu (30/5/202).

Inovasi beragam untuk mewujudkan Lamongan sebagai kabupaten layak anak (KLA) itu, menurut Yuhronur telah  disampaikan hadapan Ketua Tim Verifikasi Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA), Rohika Kurniadi Sari secara virtual di Command Center Pemkab Lamongan, Jumat (28/5/2021).

Diungkapkan, sebanyak 347.237 anak dari jumlah total 351.953 jiwa di Lamongan Jawa Timur  telah memiliki akta kelahiran atau 98,66 %. 

Ini menunjukkan bukti keseriusan pemerintah Kabupaten Lamongan untuk menjadikan Lamongan sebagai Kabupaten Layak Anak (KLA)

Sedangkan  jumlah anak yang memiliki KIA sebanyak 78.508 dari jumlah wajib KIA sebesar 311.052 atau 25.24% diatas angka nasional.

Bagaimana apresiasi Tim Verifikasi Kementrian PPPA, atas kesiapan Kabupaten Lamongan, Yuhronur mengungkapkan, inovasi Lamongan itu patut dijadikan contoh, termasuk  sinergitas seluruh OPD  dalam mewujudkan KLA. 

"Bu Ketua Tim  (Rohika, red)  menyarankan harus ada upaya sungguh-sungguh dari pemerintah daerah untuk melakukan program berkelanjutan sehingga hak-hak anak benar-benar terpenuhi, " pungkas Yuhronur.

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved