Berita Surabaya

Polisi Dalami Laporan Komnas PA Atas Dugaan Kekerasan Seksual Di Sekolah Swasta di Batu

Laporan dari Komnas Perlindungan Anak (PA) terkait adanya kasus dugaan kekerasan seksual di sekolah swasta di Batu Malang kini didalami penyidik.

Penulis: Samsul Arifin | Editor: Yoni Iskandar
TRIBUNJATIM.COM/SAMSUL ARIFIN
Ketua Komnas PA Arist Merdeka Sirait saat di SPKT Polda Jatim beberapa waktu lalu. 

Reporter : Syamsul Arifin | Editor : Yoni Iskandar

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Laporan dari Komnas Perlindungan Anak (PA) terkait adanya kasus dugaan kekerasan seksual di sekolah swasta di Kota Batu, Malang kini didalami penyidik.

Tak hanya itu, penyidik dari Subdit IV Renakta Ditreskrimum Polda Jatim sudah menerima laporan tersebut.

Kepala Subdit IV Renakta Ditreskrimum Polda Jatim, AKBP Ali Mahfud mengatakan pihaknya kini tengah melakukan penyelidikan.

"Sudah kami terima. Nantinya, akan kami panggil dari pelapor dan korban lain yang mungkin masih ada," kata AKBP Ali saat dikonfirmasi, Senin, (31/5/2021).

Nantinya, korban juga akan di visum oleh polisi untuk melengkapi bukti-bukti laporan. Selain itu, terlapor berinisial JE juga akan dipanggil untuk menjalani pemeriksaan.

"Ada (visum) tapi menunggu kesiapan korban. Sekaligus BAP," katanya kepada TribunJatim.com.

Baca juga: Soal Dugaan Kekerasan Seksual, Kuasa Hukum SPI Kota Batu Tantang Komnas PA Buktikan Laporannya

3. Dilaporkan ke Polda Jatim Sabtu kemarin

Sebelumnya, Ketua Komnas PA, Arist Merdeka Sirait melaporkan kasus ini ke Polda Jatim, Sabtu (29/5/2021) kemarin.

Ia mengatakan, berdasarkan keterangan para korban, kekerasan seksual yang dilakukan oleh JE sering kali terjadi di sekolah.

"Ini dilakukan di lokasi di mana anak itu dididik yang seyogyanya menjadi entrepreneur dan berkarakter tetapi karena perilaku si pengelola ini mengakibatkan si anak berada dalam situasi yang sangat menyedihkan," ujar Arist.

Bahkan, kekerasan seksual ini juga diduga dilakukan oleh JE ketika ia dan murid-muridnya sedang kunjungan ke luar negeri.

Sekolah tersebut memang banyak memiliki program kunjungan lantaran salah satu keunggulannya adalah pendidikan kewirausahaan.

Berita tentang kekerasan seksual

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved