Breaking News:

berita Bondowoso

Bondowoso Berpotensi Untuk Budidaya Tanaman Porang

Kabid Tanaman Pangan Dan Hortikultura Dinas Pertanian Bondowoso, Winarto mengatakan petani Bondowoso dipastikan siap membudidayakan tanaman Porang.

Penulis: Danendra Kusuma
Editor: Yoni Iskandar
danendra/Surya
Kegiatan Panen Bersama dan Program korporasi Pertanian Agrosolution, di Desa Koncer Kidul, Kecamatan Tenggarang, Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur, Senin (31/5). 

Reporter : Danendra kusuma | Editor : Yoni Iskandar

TRIBUNJATIM.COM, BONDOWOSO - Tanaman porang berpotensi besar untuk dibudidaya oleh para petani Bondowoso.

Tanaman porang sendiroli punya beragam manfaat dan bernilai ekonomis. Para investor pun kini mulai meliriknya.

Kabid Tanaman Pangan Dan Hortikultura Dinas Pertanian Bondowoso, Winarto mengatakan petani Bondowoso dipastikan siap membudidayakan tanaman Porang.

Sementara strategi pemasaran tanaman porang sudah disusun.

"Jadi sekarang yang kita dorong itu adalah pengembangan yang sudah bekerja sama dengan perusahaan pengolah Porang dan perbankan penyedia KUR," katanya, Senin (31/5).

Ia menjelaskan, budidaya Porang di Bondowoso bukanlah hal baru.

Saat ini sudah terdapat sekitar 300 hektar tanaman Porang.

"Pengembangan harus hati-hati karena daerah lain menanam secara besar-besaran. Petani harus bisa membaca harga dan bagaimana cara memasarkan Porang usai panen nanti," paparnya.

Winarto menyebut, sekarang harga Porang berkisar Rp 6 ribu per kilogram. Puncaknya diprediksi pada Agustus-Oktober bisa tembus Rp 9 ribu per kilogram.

"Tanaman punya beragam manfaat, buahnya bisa jadi bahan makanan Jepang mie shirataki atau konnyaku. Porang juga bisa jadi bahan pengental es krim," sebutnya.

Baca juga: Saat Musim Tanam, Omset Penjualan Petani Porang Madiun Bisa Tembus 15 Juta Perbulan

Direktur PT. Srikandi Kriya Madani, Eka Risti Damayanti menambahkan, Bondowoso merupakan salah satu daerah yang berpotensi besar dalam penanaman Porang.

Bahkan, pihaknya berencana akan menjadikan Bondowoso sebagai Sentra Porang di Tapal Kuda.

"Satu desa itu bisa sampai 500 hektar. Nanti kami akan bikin pabrik mini di sini untuk proses chip dan pengeringan," tandasnya kepada TribunJatim.com.

Berita tentang Porang

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved