Breaking News:

Berita Gresik

Jalan di Bawah Jalan Tol di Gresik Rusak Parah, Kalau Hujan Berlumpur

Jalan raya Betiring, Desa Banjarsari, Kecamatan Cerme yang menjadi penghubung antar Desa dan menuju Kota Surabaya rusak parah

Penulis: Sugiyono
Editor: Januar Adi Sagita
TribunJatim.com/ Sugiyono
Jalan rusak di bawah jalan tol di Gresik 

Reporter: Sugiyono | Editor: Januar AS

TRIBUNJATIM.COM, GRESIK - Jalan raya Betiring, Desa Banjarsari, Kecamatan Cerme yang menjadi penghubung antar Desa dan menuju Kota Surabaya rusak parah. Jalan tersebut seperti langit dan bumi. Sebab berada di bawah jalan tol yang mulus, sedangkan jalan di bawahnya rusak parah, Selasa (1/6/2021). 

Jalan Betiring tersebut menjadi alternatif para pekerja dan masyarakat pengguna kendaraan bermotor menuju Kota Surabaya. Selain itu, jalan tersebut juga penghubung antar Desa Banjarsari Kecamatan Cerme dengan Desa Prambangan Kecamatan Kebomas

Jalan tersebut banyak dilalui masyarakat karena lebih dekat menuju tempat kerja dan menuju Kota Surabaya barat. Namun, jalan tersebut rusak parah setelah proyek penanaman pipa gas. 

Selama ini jalan tersebut juga digunakan pengendara motor untuk menghindari kemacetan di Kota Gresik yang akan ke Kota Surabaya dan sebaliknya. 

Keluhan jalan bergelombang dan masih tanah liat tersebut disampaikan Pakdhi, warga Betiring, Desa Banjarsari, Kecamatan Cerme. Sebab, ketika hujan jalan tersebut berlumpur, licin dan bergelombang. 

Baca juga: Kasasi Dikabulkan MA, Terdakwa Kasus Narkoba di Gresik Malah Bingung Pulang, Tak Ada Tempat Tinggal

Padahal, jalan yang rusak tersebut hanya tinggal ratusan meter. "Dari ujung pintu masuk Jalan Betiring ini sudah dicor beton dan yang dari ujung Desa Prambangan sudah diaspal. Warga dan pengguna jalan berharap kepada Pemerintah Daerah untuk segera memperbaikinya," kata Pakdhi, yang mengaku sering melewati jalan tersebut. 

Hal yang sama juga disampaikan Rizal (32), warga Kecamatan Benjeng yang melintas di tersebut mengatakan, jalan di bawah jalan tol ini seperti langit dan bumi. Jaraknya terlalu jauh. "Jalan tol mulus dan di bawahnya jalan bergelombang dan berdebu," kata Rizal. 

Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kabupaten Gresik Dhiannita Triastuti mengatakan, pembangunan jalan tersebut terkendala warga. "Bangunan warga mengambil lahan jalan. Sehingga, uang untuk pembangunan dikembalikan. Sekarang mengajukan lagi dan masih terkena refocusing," kata Dhiannita. 

Lebih lanjut Dhiannita mengatakan, untuk pembangunan jembatan diusahakan tahun ini dan untuk perbaikan jalan diusahakan tahun depan. "Jembatan dibangun tahun ini dan baru tahun depan diusahakan jalan. Itu jika warga kooperatif," katanya. (ugy/Sugiyono). 

Kumpulan berita Gresik terkini

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved