Breaking News:

Berita Mojokerto

Update Tewasnnya Pekerja PT Pakerin Mojokerto, Polisi Periksa Saksi, Selidiki Dugaan Pelanggaran K3

Penyidik Satreskrim Polres Mojokerto memanggil perwakilan manajemen perusahaan pabrik kertas PT Pakerin terkait insiden kecelakaan kerja yang.....

Penulis: Mohammad Romadoni | Editor: Ndaru Wijayanto
ISTIMEWA/TRIBUNJATIM.COM
Garis polisi terpasang di lokasi kecelakaan kerja yang merenggut korban jiwa, di pabrik kertas PT Pakerin, Kecamatan Pungging, Kabupaten Mojokerto, Rabu (26/5/2021). 

Reporter: Mohammad Romadoni I Editor: Ndaru Wijayanto

TRIBUNJATIM.COM, MOJOKERTO - Penyidik Satreskrim Polres Mojokerto memanggil perwakilan manajemen perusahaan pabrik kertas PT Pakerin terkait insiden kecelakaan kerja yang merenggut satu korban jiwa.

Pemeriksaan terhadap perwakilan perusahaan PT Pakerin ini dilakukan guna melengkapi berkas penyelidikan penyebab kecelakaan kerja dan dugaan pelanggaran Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).

Akibat kecelakaan kerja itu seorang pekerja bernama Slamet Agus (43) warga Desa Selotapak, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto tewas terjatuh ke dalam tandon bubur kertas, pada Jumat (28/5/2021) kemarin.

Kasatreskrim Polres Mojokerto, AKP Andaru Tiksnarto Rahutomo mengatakan sejumlah saksi telah diperiksa meliputi pekerja yang berada di lokasi kejadian termasuk manajemen perusahaan tersebut.

"Kami sudah memanggil beberapa saksi termasuk manager maupun pengawas perusahaan (PT Pakerin) yang jumlahnya sebanyak lima orang," ungkapnya saat dikonfirmasi Surya.co.id ( grup TribunJatim.com), Selasa (1/5/2021).

Andaru menjelaskan pihaknya juga menyelidiki dugaan adanya pelanggaran K3 oleh perusahaan yang bersangkutan sehingga menyebabkan satu pekerja tewas.

Apalagi, hasil identifikasi terhadap jenazah korban khususnya pada bagian paru-paru, ginjal, hati, limpa dan jantung berwarna gelap kehitaman yang diduga akibat reaksi unsur kimia sejenis gas sehingga mengakibatkan korban meninggal.

"Informasi yang kami dapat dari dokter yang melakukan autopsi bahwa ada tanda-tanda keracunan gas yang ditemukan pada jenazah korban," bebernya.

Menurut dia, pihaknya kini masih menunggu hasil pemeriksaan Tim Forensik Labfor Polda Jatim untuk memastikan jenis gas yang meracuni korban. 

Halaman
12
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved