Breaking News:

Berita Batu

Dindik Jatim akan Evaluasi Total Kurikulum di Sekolah SPI Kota Batu

Dinas Pendidikan (Dindik) Provinsi Jawa Timur akan mengevaluasi total kurikulum di Sekolah Selamat Pagi Indonesia (SPI) di Kota Batu.

Penulis: Benni Indo
Editor: Ndaru Wijayanto
surya/benniindo
Rombongan Komisi E dan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur ke Sekolah SPI di Kota Batu, Rabu (2/6/2021). 

Reporter: Benni Indo I Editor: Ndaru Wijayanto

TRIBUNJATIM.COM, BATU – Dinas Pendidikan (Dindik) Provinsi Jawa Timur akan mengevaluasi total kurikulum di Sekolah Selamat Pagi Indonesia (SPI) di Kota Batu.

Langkah itu diambil setelah mencuatnya kasus dugaan pelecehan dan kekerasan terhadap anak.

Sekretaris Dindik, Ramliyanto mengatakan, hal itu bersamaan dengan dua poin yang ia sampaikan seusai mendatangi langsung Sekolah SPI pada Rabu (2/6/2021).

Ada tiga hal yang akan dilakukan Dindik Jatim, pertama kami akan terus berkoordinasi dengan kepala sekolah dan seluruh guru untuk menjamin kegiatan belajar mengajar di sini tetap berlangsung. 

“Jadi jangan sampai kejadian yang sifatnya individual itu mengganggu proses belajar mengajar karena itu bagian dari upaya mencerdaskan anak bangsa,”ujar Ramli.

Kedua, Dindik Provinsi Jatim dan Dindik Kota Batu, menjamin agar anak-anak yang belajar tidak dalam suasana ketakutan, traumatik. Diupayakan mereka tetap bersemangat belajar. 

“Jadi ini tanggungjawab kami. Ketiga, kami akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kurikulum yang ada di sini. Tadi di dalam pertemuan dengan kepala sekolah juga ada pengawas sekolah yang bertanggungjawab terhadap proses belajar mengajar selama ini,” terangnya. 

Jika ada hal-hal yang ternyata menyimpang dari aturan, akan diperbaiki. Misalnya tentang proporsi kurikulum, proporsi ekstrakurikuler dan lainnya.

“Akan kami evaluasi menyeluruh. Sebenarnya ini sudah dilakukan secara rutin, bukan semata-mata karena ada kejadian kasus ini, tetapi selama ini sudah kami lakukan, dan tidak ada terkait dengan kurikulum, tidak ada pelanggaran yang dilakukan. Sehingga ini yang harus kami jamin agar kurikulum tetap berlangsung,” tegasnya.

Ramli juga menginformasikan total ada 21 korban yang melapor ke Polda Jatim pada Rabu ini.

Sedangkan dari pihak SPI belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait kunjungan Komisi E dan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur.

Upaya untuk mendapatkan konfirmasi dari SPI tengah diupayakan dan akan ditayangkan segera setelah ada konfirmasi.

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved