Breaking News:

Berita Batu

DPRD Provinsi Kunjungi SPI Telusuri Dugaan Pelecehan dan Kekerasan Terhadap Anak

Komisi E, DPRD Provinsi Jawa Timur dijadwalkan mengunjungi Sekolah Selamat Pagi Indonesia (SPI) di Kota Batu pada Rabu (2/6/2021) siang.

TRIBUNJATIM.COM/BENNI INDO
Balai Kota Among Tani Kota Batu, Jumat (8/1/2021). 

Reporter : Benni Indo | Editor : Yoni Iskandar

TRIBUNJATIM.COM, BATU - Komisi E DPRD Jatim dijadwalkan mengunjungi Sekolah Selamat Pagi Indonesia (SPI) di Kota Batu pada Rabu (2/6/2021) siang.

Kunjungan itu untuk mengetahui informasi adanya dugaan tindak pelecehan dan kekerasan terhadap anak

Anggota Komisi E, Hikmah Bafaqih menjelaskan, sebelum datang ke SPI, Komisi E melakukan pertemuan dengan Wali Kita Batu, Dewanti Rumpoko di Balaikota Among Tani.

"Kami masih di lantai 5 Balaikota Among Tani. Siang nanti kami ke SPI,"kata Hikmah, Rabu (2/6/2021).

Kasus dugaan pelecehan dan kekerasan terhadap anak di Sekolah SPI terus bergulir. Sejumlah pihak, mulai dari lokal hingga nasional menaruh perhatian terhadap kasus tersebut.

Sejauh ini, pihak sekolah melalui kuasa hukumnya membatah adanya tindak pelecehan dan kekerasan terhadap anak di SPI. Sementara itu, laporan Komnas Perlindungan Anak di Polda Jatim telah masuk ke tahap gelar perkara.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) MD Furqon mengatakan, tiga korban yang melapor telah menjalani visum di RS Bhayangkara Polda Jatim.

Mereka juga menyodorkan bukti-bukti foto bekas luka penganiayaan yang dilakukan terlapor yakni inisial JE. Foto-foto bekas luka karena penganiayaan tersebut merupakan dokumentasi milik korban yang disimpan sejak beberapa tahun lalu.

"Menunjukkan ada luka lebam di beberapa bagian tubuh hingga bibirnya pecah karena tamparan. Apa yang disangkakan dibuktikan dengan berbagai alat bukti. Meski begitu, praduga tidak bersalah tetap harus dijunjung tinggi sampai adanya putusan pengadilan," tegas Furqon.

Baca juga: Komisi E DPRD Jatim Janji Fasilitasi Aspirasi Buruh Tolak UU Cipta Kerja, Belum Final: Bisa Perpu

Furqon juga mengatakan bahwa kasus ini tidak terkait dengan kegiatan belajar mengajar di SMA SPI. Pasalnya, terlapor dalam kasus ini adalah JE, sehingga lembaga sekolah tetap bisa melakukan kegiatan seperti biasa.

“Ini bukan tentang kegiatan belajar mengajar, tapi foundernya. Kalau kepala sekolah membantah, itu hak. Ini kan dilakukan oknum,” paparnya.

DP3AP2KB akan memberikan pendampingan psikologis kepada para korban dan pihak keluarganya. Meskipun para korban berasal dari luar Kota Batu, namun kejadiannya di Kota Batu. Maka dari itu, DP3AP2KB tidak bisa lepas tanggung jawab.

“Untuk memulihkan kondisi korban, kami juga akan melakukan trauma healing. Jika benar-benar terbukti, dampak pada kondisi psikologis sangat luar biasa sehingga harus memerlukan penanganan yang luar biasa pula,” tegasnya kepada TribunJatim.com.

Berita tentang Kota Batu

Penulis: Benni Indo
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved