Breaking News:

Berita Nganjuk

Hingga Mei 2021, Realisasi Proyek APBD Minim, DPRD Nganjuk Minta Plt Bupati Lakukan Perbaikan

Hingga Bulan Mei 2021, realisasi proyek APBD masih minim, DPRD Nganjuk minta Plt Bupati Marhaen Djumadi lakukan perbaikan.

Penulis: Achmad Amru Muiz | Editor: Dwi Prastika
ISTIMEWA/TRIBUNJATIM.COM
Ketua DPRD Kabupaten Nganjuk, Tatit Heru Tjahjono, 2021. 

Reporter: Achmad Amru Muiz | Editor: Dwi Prastika

TRIBUNJATIM.COM, NGANJUK  - Minimnya progres dari proyek pembangunan yang dibiayai Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Nganjuk mulai dipertanyakan DPRD Nganjuk.

Ini setelah hampir seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) belum merealisasi proyek pembangunan yang menjadi bidang masing-masing.

Ketua DPRD Nganjuk, Tatit Heru Tjahjono mengatakan, atas kondisi progres proyek-proyek yang dialokasikan penganggarannya dalam APBD kurang menggembirakan untuk tahun 2021, menjadikan semua komisi di DPRD Kabupaten Nganjuk intensif melakukan rapat kerja dengan OPD Pemkab Nganjuk.

Hal itu dilakukan untuk mengetahui mengapa realisasi proyek pembangunan lambat padahal sudah dialokasikan penganggarannya dalam APBD sejak awal tahun.

"Tentunya DPRD ingin tahu ada apa sebenarnya di setiap OPD tersebut dalam penyerapan anggaran proyek cukup lambat. Di mana hingga akhir bulan Mei laporanya masih minim realisasi," kata Tatit Heru Tjahjono, Rabu (2/6/2021).

Untuk itu, dikatakan Tatit Heru Tjahjono, selain menggelar rapat kerja dengan setiap OPD, pihaknya juga akan meminta Plt Bupati Nganjuk untuk memperhatikan persoalan tersebut. Ini dikarenakan apabila tidak ada perubahan yang signifikan, pada ujungnya akan merugikan masyarakat Kabupaten Nganjuk.

"Masyarakat Nganjuk yang seharusnya bisa cepat mendapatkan manfaat dari proyek pembangunan menjadi tertunda. Ini yang sebenarnya tidak boleh terjadi apabila OPD bisa cepat merealisasi proyek pembangunan," ucap Tatit Heru Tjahjono.

Baca juga: DPRD Berikan Waktu Satu Pekan untuk Plt Bupati Nganjuk Jawab Hak Interpelasi Perbup No 11 Tahun 2021

Memang, ungkap Tatit Heru Tjahjono, sebenarnya sejak awal disahkanya APBD tahun 2020 lalu diharapkan memasuki tahun 2021 APBD tersebut sudah bisa digunakan. Dengan demikian bisa dilakukan efektivitas waktu kerja dengan maksimal dan tidak terburu-buru.

Namun yang terjadi sekarang ini, seolah sudah menjadi kebiasaan, realisasi proyek dilakukan dengan waktu yang pendek, bahkan menjelang waktu anggaran berakhir. Dampaknya pelaksanaan proyek kurang maksimal dan seringkali kualitas dipertanyakan karena dikerjakan dengan terburu-buru.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved