Berita Bisnis

Mega Merger Gojek-Tokopedia, Ekonom: Peluang Besar bagi UMKM dan Indonesia

Kolaborasi dua Startup besar karya anak bangsa, Gojek dan Tokopedia diharapkan bakal membawa angin segar bagi jutaan UMKM yang bernaung di bawahnya...

Penulis: Fikri Firmansyah | Editor: Ndaru Wijayanto
istimewa
ilustrasi merger Gojek dan Tokopedia. 

Reporter: Fikri Firmansyah I Editor: Ndaru Wijayanto

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Kolaborasi dua Startup besar karya anak bangsa, Gojek dan Tokopedia diharapkan bakal membawa angin segar bagi jutaan UMKM yang bernaung di bawahnya.

Merger Gojek-Tokopedia yang melahirkan GoTo Group digadang-gadang akan menimbulkan efisiensi sekaligus peluang baru bagi UMKM.

Wasiaturrahma, pakar Ekonomi Makro dari Universitas Airlangga (Unair) meyakini dengan adanya mega merger ini akan memperluas ekosistem ekonomi digital Indonesia.

Ia menyebutkan UMKM yang bernaung di bawah Gojek dan Tokopedia akan mendapatkan peluang emas berkat mega merger ini.

Pasalnya, kolaborasi tersebut tidak hanya melibatkan penggabungan jajaran direksi dan sistem, melainkan juga menggabungkan UMKM dan pelanggan kedua startup dalam satu naungan yang sama.

"Bisnis yang hanya ada di Tokopedia kini bisa dipasarkan melalui Gojek, begitupun sebaliknya, pelanggan Gojek juga berpeluang menjadi konsumen Tokopedia,” ungkap Wasiaturrahma kepada TribunJatim.com. Rabu (2/6/21).

Selain perluasan pasar, lanjutnya, percepatan proses digitalisasi UMKM akan mengakibatkan timbulnya efisiensi ekosistem ekonomi digital Indonesia.

Begitu pun dari sudut pandang Ekonomi Makro, Wasiaturrahma mengungkap adanya pengaruh dari perluasan pasar yang ditimbulkan.

"Ini sangat berpengaruh dengan ekonomi makro tentunya, karena proses pemasaran UMKM itu sendiri bisa membantu exposure dan daya jangkaunya," imbuhnya.

Wasiaturrahma juga menilai, meski dalam jangka pendek grup raksasa teknologi dengan valuasi terbesar di Asia Tenggara ini belum berdampak besar bagi Indonesia, namun pengaruhnya akan sangat terasa kepada UMKM.

"Artinya, walaupun dampak jangka pendek akan terlihat melalui UMKM, dampak bagi Indonesia tidak akan secara derastis dilihat dalam waktu dekat, melainkan secara perlahan tapi pasti," sambung dia.

Dikatakannya pula, butuh beberapa waktu untuk melihat dampak jangka panjang berupa kebangkitan UMKM, khususnya pasca adanya merger kedua perusahaan ini.

Meski begitu, yang pasti, Dldengan adanya perluasan jangkauan pasar dan peningkatan permintaan, maka UMKM akan meningkatkan daya produksi sehingga membutuhkan tenaga kerja dan modal produksi.

Hal ini akan mendorong perluasan kesempatan kerja, menaikkan daya beli, dan secara berkesinambungan akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan GDP.

"Jadi saya optimis, selain akan menguntungkan pelaku UMKM, namun juga lambat laun akan mendorong kesejahteraan rakyat di Indonesia," tegas Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UNAIR tersebut.

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved