Breaking News:

Berita Tuban

Pengakuan Bapak di Tuban Hingga Cabuli Anak Kandung Empat Kali, 'Saya Mabuk'

Pengakuan mengejutkan disampaikan bapak di Tuban, Ia telah mencabuli anak kandungnya sebanyak empat kali.

Penulis: M Sudarsono | Editor: Yoni Iskandar
M Sudarsono/Surya
Priyono, pelaku pencabulan terhadp anak kandungnya saat di Mapolres, Rabu (2/6/2021). 

Reporter : Mochamad Sudarsono | Editor : Yoni Iskandar

TRIBUNJATIM.COM, TUBAN - Pengakuan mengejutkan disampaikan bapak di Tuban, Ia telah mencabuli anak kandungnya sebanyak empat kali.

Pelaku Priyono (45) asal Kecamatan Montong, menyetubuhi anaknya sebut saja Bunga (16), hampir setiap hari selama bulan Mei lalu, mulai 20,25,29 dan 30.

Alasan pelaku melakukan aksi bejatnya terungkap saat dibawa ke Mapolres Tuban.

Kepada polisi, bapak bejat itu mengaku mabuk saat menyetubuhi anak kandungnya di ruang tamu pada malam hari.

"Saya mabuk saat melakukan pencabulan," kata pelaku sambil menunduk, Rabu (2/6/2021).

Bahkan, pelaku mengungkap saat mabuk tidak merasa jika yang disetubuhi adalah anak kandungnya.

Kini hanya tinggal penyesalan yang dirasakan, sambil meratapi kesalahan di balik dinginnya jeruji tahanan.

"Menyesal saya, karena mabuk sampai menyetubuhi anak," ujarnya membelakangi kamera kepada TribunJatim.com.

Baca juga: Bapak di Tuban Ini Tega Setubuhi Anak Kandungnya Sebanyak Empat Kali, Ini Alasannya

Sementara itu, Kapolres Tuban, AKBP Ruruh Wicaksono menyatakan, peristiwa itu dilakukan sejak Mei lalu di rumah pelaku di Kecamatan Montong.

Hampir setiap hari pencabulan itu dilakukan bertempat di ruang tamu, pada malam hari.

Pelaku sendiri diketahui sudah menikah tiga kali, namun berujung perceraian.

"Pelaku bercerai dengan istrinya, lalu tinggal dengan anaknya yang merupakan lulusan setara SMP," terang Kapolres.

Perwira menengah itu menjelaskan, korban yang tidak punya kuasa untuk melawan hasrat bejat sang bapak, hingga pada saat tertentu meminta saudaranya untuk merekam aksi pencabulan yang dialaminya.

Politisi mengamankan barang bukti pakaian korban, kepingin vcd dan fotocopy ijazah korban.

Pelaku dijerat UU RI nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak ancaman pidana 15 tahun penjara.

"Direkam oleh saudaranya, lalu melaporkan kejadian ini ke polisi. Ini hampir dilakukan setiap hari, pengakuan pelaku karena mabuk," pungkasnya kepada TribunJatim.com.

Berita tentang Meyetubuhi

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved