Breaking News:

Berita Trenggalek

Begini Kewaspadaan BPBD Trenggalek Soal Pontensi Tsunami

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Trenggalek akan memaksimalkan peran kader-kader Desa Tanggap Bencana (Destana) tsunami

Penulis: Aflahul Abidin
Editor: Yoni Iskandar
Surya/Aflahul Abidin
Warga melakukan simulasi tanggap bencana tsunami di Kecamatan Panggul, Maret lalu. 

Reporter : Aflahul Abidin | Editor : Yoni Iskandar

TRIBUNJATIM.COM, TRENGGALEK - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Trenggalek akan memaksimalkan peran kader-kader Desa Tanggap Bencana (Destana) tsunami untuk mengedukasi masyrakat soal potensi tsunami yang ketinggiannya bisa mencapai 29 meter di wilayah Trenggalek.

Potensi itu merupakan hasil analisis Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) berdasarkan pemodelan matematis.
Analisis BMKG menunjukkan, daerah di Jawa Timur yang berpotensi terjadi tsunami dengan ketinggian maksimum berada di Kabupaten Trenggalek.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Trenggalek Joko Risianto mengatakan, Destana tsunami telah dibentuk di banyak desa di tiga kecamatan yang berada di wilayah pesisir selatan. Yakni desa di Kecamatan Watulimo, Munjungan, dan Panggul.

Mereka selama ini telah beberapa kali menggelar simulasi tsunami untuk memperagakan model mitigasi apabila terjadi bencana yang tak diinginkan itu.

“(Tindak sigap) mereka sudah kami uji coba. Simulasi juga sudah sering. Karena bencana ini tidak bisa diprediksi, sehingga yang kami maksimalkan adalah kondisi pramitigasi,” kata Joko, saat dikonfirmasi, Kamis (3/6/2021).

Baca juga: Gempa Blitar Terasa Kuat Sampai Trenggalek, Atap Bangunan Bergetar Hingga Bersuara

Para kader tanggap tsunami itu, menurut Joko, juga rutin mengedukasi warga. Tujuannya agar warga tak panik namun tetap waspada.

“Yang diedukasikan oleh para kader mulai dari hal-hal yang sepele. Seperti untuk memarkir mobil, bagaimana agar apabila ada tanda-tanda bencana, bisa cepat menjauh ke lokasi yang aman,” sambung Joko kepada TribunJatim.com.

Sekretaris BPBD Kabupaten Trenggalek Tri Puspitasari menambahkan, antar jajaran di Pemkab Trenggalek telah berkoordinasi menanggapi adanya potensi tsunami, sebagaimana analisis BMKG.

“Kami tanggal 31 Mei lalu sudah rapat abersama membahas prakiraan risiko tsunami ini,” kata dia.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved