Breaking News:

Berita Madura

Menyamar Sebagai Petugas Pengiriman Barang, Polisi Tembak Pelaku Penipuan di Bangkalan

Satreskrim Polres Bangkalan dibuat geram oleh ulah para pelaku penipuan berkedok pemesanan barang dengan sistem Cash On Delivery (COD) atau bayar di

Penulis: Ahmad Faisol
Editor: Januar Adi Sagita
TribunJatim.com/ Ahmad Faisol
Tersangka penipuan berkedok COD di Bangkalan 

Reporter: Ahmad Faisol | Editor: Januar AS

TRIBUNJATIM.COM, BANGKALAN – Satreskrim Polres Bangkalan dibuat geram oleh ulah para pelaku penipuan berkedok pemesanan barang dengan sistem Cash On Delivery (COD) atau bayar di tempat. Bahkan polisi pun hingga menyamar sebagai petugas jasa pengiriman barang untuk membekuk para pelaku.

Keputusan polisi melakukan penyamaran tidak lepas atas kasus penipuan yang menimpa SP (48), warga Kecamatan Mantup, Kabupaten Lamongan pada Sabtu (29/5/2021) sekitar pukul 07.00 WIB.  

Korban SP dibuat tidak berdaya ketika tiba di lokasi pengiriman, Desa Sanggra Agung Kecamatan Socah. Sepeda motor milik korban diminta pelaku RD (33) dan MJB, keduanya warga Desa Parseh, Kecamatan Socah, Kabupaten Bangkalan. Begitu juga mesin pemanas air juga digondol kedua pelaku.

Kasatreskrim Polres Bangkalan, AKP Sigit Nursyo Dwiyugo mengungkapkan, dua hari kemudian, Senin (31/5/2021) korban kembali menerima order melalui WhatsApp dengan identitas pemesan dan barang yang dipesan sama, yakni mesin pemanas air.

“Namun lokasi pengiriman mesin pemanas itu berbeda, yakni di Desa Parseh, Kecamatan Socah. MJB kami tetapkan sebagai DPO,” ungkap Sigit dalam siaran pers Ungkap Kasus Satreskrim di Mapolres Bangkalan, Kamis (3/6/2021).

Merasa curiga, korban SP langsung menginformasikan kepada pihak Satreskrim Polres Bangkalan bahwa pemesan pemanas air itu adalah pria yang dua hari lalu membawa kabur motor dan barang yang dipesan.

Baca juga: Bupati Sugiri Sancoko Tunjuk Sekda Agus Pramono Isi Plt Kadinkes Ponorogo

“Saat anggota kami tiba di lokasi titik pengiriman dan melakukan penangkapan, tersangka RD berusaha melawan petugas dengan sebilah senjata tajam,” tegas Sigit.

Tiga peluru terpaksa diletupkan menembus kedua kaki RD, dua timah panas menembus pergelangan kaki kanan dan punggung depan kaki kanannya. Sedangkan satu peluru lainnya menembus pergelangan kaki kiri RD.

Akibat terjangan tiga timah panas itu, RD harus didirong polisi menggunakan kursi roda ketika dipindahkan dari balik jeruji Mapolres Bangkalan menuju lokasi pers rilis. Di hadapan penyidik, RD mengaku telah beraksi sebanyak empat kali.

Sigit menambahkan, RD dan kelompoknya sejatinya adalah para pelaku pencurian dengan kekerasan (curas) di kawasan Universitas Trunojoyo Madura (UTM). Namun saat ini yang terungkap adalah kasus dengan modus penipuan.  

“Sesuai data (di UTM) telah terjadi tujuh kasus curas dan kami berhasil mengungkap satu kasus. Salah seorang pelaku adalah RD. Sebetulnya yang biasa dilakukan RD dan kelompoknya adalah curas,” imbuhnya.

Polisi menyita sejumlah barang bukti berupa sebilah senjata tajam jenis pisau, baju tersangka yang dikenali korban, dan STNK sepeda motor korban. “Hasil dari tindak penipuan itu dibelikan narkotika jenis sabu,” pungkas Sigit.

RD terancam kurungan pidana selama 5 tahun penjara seperti yang tertuang dalam Pasal 378 KUHP tentang Penipuan. (edo/ahmad faisol)

Kumpulan berita Madura terkini

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved