Breaking News:

Berita Kota Blitar

Produsen Senapan Angin Ilegal di Blitar Bisa Produksi 5 Pucuk/Minggu, Banyak Dipasarkan di Luar Jawa

Produsen senapan angin ilegal di Blitar bisa memproduksi 5 pucuk per minggu, paling banyak dipasarkan di luar Jawa.

Penulis: Samsul Hadi | Editor: Dwi Prastika
TRIBUNJATIM.COM/SAMSUL HADI
Barang bukti ratusan pucuk senapan angin ilegal yang disita Polres Blitar Kota dari pelaku, Kamis (3/6/2021). 

Reporter: Samsul Hadi | Editor: Dwi Prastika

TRIBUNJATIM.COM, BLITAR - Widodo (41), pemilik industri rumahan senapan angin ilegal asal Dusun Gendis, Desa Pikatan, Kecamatan Wonodadi, Kabupaten Blitar, bisa memproduksi lima pucuk senapan angin dalam seminggu. 

Widodo menjual senapan angin dengan harga mulai Rp 1,1 juta sampai Rp 2,3 juta per unit. 

Dari penjualan itu, Widodo mendapat keuntungan mulai Rp 200 ribu sampai Rp 300 ribu per unit. 

Sekarang, Widodo harus mendekam di sel tahanan Polres Blitar Kota. 

Polisi menangkap Widodo karena diduga memproduksi senapan angin tanpa memiliki izin. 

"Dari hasil pemeriksaan, pelaku memproduksi senapan angin sejak enam tahun lalu," kata Kapolres Blitar Kota, AKBP Yudhi Hery Setiawan, Kamis (3/6/2021). 

Dikatakannya, senapan angin yang diproduksi pelaku mulai kaliber 4,5 mm, 5,5 mm, 6,35 mm, 8 mm, dan 9 mm. 

Senapan angin produksi pelaku paling banyak dipasarkan di luar Jawa. 

Baca juga: Polisi Bongkar Industri Rumahan Senapan Angin Ilegal di Blitar, 135 Pucuk Senapan Angin Disita

Sesuai resi pengiriman yang ditemukan polisi di lokasi, pelaku menjual senapan angin ke Bondowoso, Tegal, Meulaboh, Lahat, Aceh Barat, Sigli, Tarakan, dan Palangkaraya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved