Breaking News:

Berita Gresik

Puluhan Burung Laut Dilepas di Gresik

kawasan tiga desa di Gresik menjadi Kawasan Ekonomi Esensial (KEE). Puluhan burung dilepas di kawasan Mangrove di Desa Banyuurip.

Penulis: Willy Abraham
Editor: Yoni Iskandar
Willy Abraham/Tribunjatim
Burung laut di kawasan Mangrove Desa Banyuurip Gresik, Rabu (2/6/2021). 

Reporter : Willy abraham | Editor : Yoni Iskandar

TRIBUNJATIM.COM, GRESIK - Sering menjadi lokasi migrasi burung internasional, kawasan tiga desa di Gresik menjadi Kawasan Ekonomi Esensial (KEE). Puluhan burung dilepas di kawasan Mangrove di Desa Banyuurip.

Sekitar 50-an ekor burung air maupun laut untuk membangun dan memperbaiki ekosistem yang ada. Burung-burung ini, sebelumnya merupakan penghuni Kebun Binatang Surabaya (KBS).

Lokasi ini dikenal sebagai kalituri, yang dipenuhi anak-an ikan baramundi dan ikan glodok. Makanan bagi para burung laut yang bermigrasi.

Kondisi air pasang maka burung-burung migrasi akan bersembunyi di balik pepohonan mangrove. Sementara jika surut, biasanya akan keluar secara bergerombol dan mencari makanan berupa ikan-ikan kecil.

Selain menjadi jujukan migrasi burung laut, KEE Ujungpangkah juga memiliki 19 jenis pohon mangrove. Dengan 17 pohon di antaranya jenis jati dan dua lainnya jenis mangrove asosiasi.

Atas dasar tersebut, Direktorat Bina Pengelolaan Ekosistem Esensial (BPEE), Direktorat Jenderal Konservasi Sumberdaya Alam dan Ekosistem (KSDAE) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), bersama dengan Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Timur dan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Gresik, serta beberapa pihak menggelar perayaan Hari Lahan Basah Sedunia (WWD) tahun 2021 di KEE, Rabu (2/6/2021).

"Mayoritas disini burung pelikan dari Benua Australia," terangnya Direktur BPEE Asep Sugiharta kepada TribunJatim.com.

Baca juga: Sarang Burung Walet Gresik Potensi Ekspor ke China, Kementan akan Fasilitasi Peternak Burung Walet

Mereka sepakat, pemusatan penyelenggaraan WWD kali ini di KEE bertujuan untuk meningkatkan pemahaman atas nilai dan fungsi lahan basah di Indonesia yang merupakan aset nasional, sebagai sistem penyangga kehidupan, meningkatkan peran serta memperkuat komitmen para pihak dalam pengelolaan dan pembangunan lahan basah di Indonesia, baik pada tingkat kabupaten, provinsi dan kementerian.

KEE di Kecamatan Ujungpangkah ini bisa dijadikan untuk edukasi wisata yang bisa mendongkrak perekonomian masyarakat setempat. Sehingga, pengelolaan KEE Ujungpangkah ini akan terus dikembangkan.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Mohkhamad Najikh menambahkan, kehadiran KEE di Kecamatan Ujungpangkah ini secara tidak langsung mengeliminir Gresik sebagai Kota Industri.

"KEE ini dinilai menjadi penyeimbang, kendati banyak pabrik yang berdiri dan menghasilkan karbondioksida tinggi. Kehadiran KEE Ujungpangkah ini menghasilkan oksigen sehat, sebagai penyeimbang karbondioksida pabrik," terangnya kepada TribunJatim.com.

Berita tentang Burung Laut

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved