Breaking News:

Berita Surabaya

Diganjar Penghargaan Wali Kota, Kejari Surabaya Terus Genjot Perkara Korupsi

Selama satu periode dari tahun 2020-2021, Kejaksaan Negeri (Kejari) Surabaya telah selamatkan Rp352 miliar aset pemerintah kota.

TRIBUNJATIM.COM/BOBBY CONSTANTINE
Penandatanganan nota kesepakatan bersama antara Pemkot dan Kejari Surabaya di ruang sidang Wali Kota, Balai Kota Surabaya, Jumat (23/4/2021). 

Reporter : Syamsul Arifin | Editor : Yoni Iskandar

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Selama satu periode dari tahun 2020-2021, Kejaksaan Negeri (Kejari) Surabaya telah selamatkan Rp352 miliar aset pemerintah kota.

Aset tersebut tercatat di bidang tindak perdata dan tata usaha negara dan Tindakan Pidana Khusus.

Dari prestasi itu, Kejari Surabaya mendapat apresiasi dari wali Kota Surabaya Eri Cahyadi.

Kepala Kejari Surabaya, Anton Delianto menyebutkan dari Pidsus pihaknya telah menangani enam perkara yang melibatkan bank pemerintah.

"Dimana dalam penyaluran kredit diindikasi ada kecurangan atau fraud. Nilainya macam-macam pengajuannya. Ada yang 30 miliar hingga 800 juta. Itu di dua Bank," bebernya.

Penyimpangan dalam pemberian kredit dari Bank Pemerintah ini lanjutnya, salah satunya diberikan pada satu PT yakni ABI. Kejari Surabaya kata Anton terus mengumpulkan alat bukti untuk selanjutnya penetapan tersangka.

"Kita tetap On the track untuk mengumpulkan alat bukti," ujarnya.

Dari kecurangan fraud Bank Pemerintah tersebut dua orang telah ditetapkan tersangka dan ditahan pada bulan April. Tersangka berinisial S selaku direktur perusahaan dan A dari perbankan.

Baca juga: Kerja Sama Pemkot-Kejari Surabaya Sukses Selamatkan Rp 312 Miliar Uang Negara

Adapun modusnya mengaburkan perbuatannya baik itu pemberian kredit yang tidak sesuai peruntukkan dan fiktif.

"Kita masih terus penyidikan. Ada kemungkinan tersangka baru. Kita masih telusuri uangnya kemana supaya kita bisa mengetahui berapa kerugian negara," tambah Anton.

Masih kata Anton, penanganan perkara tindak pidana korupsi yang semuanya dalam proses penyidikan masih pengumpulan alat bukti untuk menentukan tersangka. Semua perkara tetap berlanjut.

Kajari juga mewanti wanti jajarannya untuk selalu profesional dalam menjalankan tugas dan menjaga nama baik korps Adhyaksa.

"Saya selalu wanti-wanti pada teman-teman untuk profesional," tandasnya kepada TribunJatim.com.

Penulis: Samsul Arifin
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved