Breaking News:

Berita Gresik

Tiga Hari Unjuk Rasa, Ribuan Buruh Pabrik Sandal dan Sepatu di Gresik Gagal Dapat Upah 

Ribuan buruh di PT Newera Rubberindo, Jalan Mayjend, Sungkono, Kecamatan Kebomas, Gresik masih unjuk rasa meminta hak upah yang belum diberikan secara

Surya/Sugiyono
Para pekerja di PT Newera Rubberindo, Jalan Mayjend, Sungkono, Kecamatan Kebomas, Gresik unjuk rasa selama tiga hari untuk menuntut upah yang belum dibayar, Jumat (4/6/2021). 

Reporter: Sugiyono I Editor: Ndaru Wijayanto

TRIBUNJATIM.COM, GRESIK - Ribuan buruh di PT Newera Rubberindo, Jalan Mayjend, Sungkono, Kecamatan Kebomas, Gresik masih unjuk rasa meminta hak upah yang belum diberikan secara penuh, Jumat (4/6/2021).

Massa tetap akan meminta hak-haknya sampai dipenuhi. Salah satunya upah kerja selama 4 bulan yang belum diberikan. 

Ribuan massa yang berangkat dari Kantor Federasi Serikat Pekerja Kimia Energi Pertambangan Minyak Gas Bumi Dan Umum (FSPKEP - KSPI ) Kabupaten Gresik, komplek perkantoran Terminal Bunder mengakibatkan jalan Mayjend Sungkono Kecamatan Kebomas sedikit macet. 

Ketua Pengurus Unit Kerja (PUK)  PT Newera Rubberindo, Jalan Mayjend Sungkono Gresik, Ahmad Agus Majidi, mengatakan, unjun rasa di hari ketiga ini berangkat pukul 14.00 WIB dari kantorFSPKEP - KSPI ) Kabupaten Gresik. 

Dari unjuk rasa selama tiga hari tersebut belum menghasilkan tuntutan. Beberapa tuntutan yaitu berikan upah selama 4 bulan dan tunjangan hari raya (THR) tahun 2021 yang baru dibayar Rp 500.000.

Selain itu, ada  kesepakatan bersama antara para pekerja dengan manajemen, bahwa penangguhan gaji selama 6 bulan sejak Januari sampai Juni 2021 hanya dibayar Rp 3,8 juta. Kemudian, pada Juli sampai Desember 2021 sebesar Rp 3,9 Juta.

Tapi, perusahaan merubah kesepakatan bersama  itu dengan  akan memberi Rp 3 Juta. 

"Para pekerja sekitar 1,200 orang ini  menolak pemberian upah Rp 3 Juta. Sampai akhirnya unjuk rasa ini digelar. Namun, unjuk rasa hari ini belum berhasil. Diharapkan, dari perusahaan segera membayar upah para pekerja," kata Agus. 

Dari unjuk rasa selama tiga hari yang gagal tersebut, massa akan kembali merapatkan barisan untuk membahas strategi berikutnya. "Kita akan rapat dulu bersama pengurus Kabupaten. Nanti langkah-langkah terbaru akan dilakukan," imbuhnya. 

Selama unjuk rasa,  massa juga memadati Jalan Mayjend Sungkono, sehingga mengakibatkan kemacetan di ruas jalan depan pabrik sandal dan sepatu tersebut. Bahkan, anggota Polres Gresik dikerahkan untuk mengatur arus lali lintas.

Penulis: Sugiyono
Editor: Ndaru Wijayanto
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved