Breaking News:

Berita Surabaya

Cerita Siti Marwiyah Tak Pernah Terfikir dari Dosen Fakultas Hukum Jadi Rektor Unitomo Surabaya

Memilih jalan untuk berkuliah Ilmu Hukum di Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta tak sepenuhnya datang dari keinginan hati seorang Dr Siti Mar

Penulis: Zainal Arif
Editor: Ndaru Wijayanto
SURYA/HABIBUR ROHMAN
Dr Siti Marwiyah SH MH Tak Pernah Terfikir Dari Dosen Fakultas Hukum Jadi Rektor Unitomo Surabaya 

Reporter: Mohammad Zainal Arif I Editor: Ndaru Wijayanto

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Memilih jalan untuk berkuliah Ilmu Hukum di Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta tak sepenuhnya datang dari keinginan hati seorang Dr Siti Marwiyah SH MH

Pilihan tersebut muncul setelah, dirinya gagal masuk menjadi mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga Surabaya. 

Kemudian sang kakak Mahfud MD yang saat ini menjabat Menteri Kordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Republik Indonesia menyarankan untuk Siti Marwiyah berkuliah di Fakultas Hukum UII Yogyakarta.

"Karena alasan keterbatasan ekonomi saya ikuti saran Prof Mahfud masuk FH UII, agar bapak tidak perlu membeli buku-buku lagi. Karena Prof Mahfud sudah memiliki banyak buku. Saya tinggal baca buku-bukunya," ujarnya.

Tak berhenti disitu, saat setelah masuk di Fakultas Hukum UII ia merasa terkesan dengan kehebatan dosen-dosen yang mengajar disana. 

Hal itu yang kemudian mendorongnya untuk bercita-cita menjadi seorang dosen dikemudian hari.

Kemudian cita-cita tersebut terwujud pada 1 September 1992. Dimana pertama kali Siti Marwiyah merasakan pertama kali menjadi dosen Fakultas Hukum di Universitas Dr Soetomo (Unitomo) Surabaya.

Dua tahun berselang ia akhirnya ditetapkan menjadi dosen tetap. 

Di waktu yang bersamaan dirinya dipercaya untuk menjabat sekertaris Lembaga Konsultasi Bantuan Hukum (LKBH) pada tahun 1996 sampai pada akhirnya menjadi ketua LKBH pada tahun 1999

"Setelah itu saya menjabat menjadi Wakil Dekan 1, kemudian Dekan FH, Warek 1 hingga akhirnya di tahun ini saya menjadi rektor Unitomo," ungkap alumnus S3 PDIH Universitas Brawijaya.

Meski begitu, ia mengaku tak pernah terfikir dalam benaknya untuk menjadi rektor. Pasalnya ia mulai dari bawah yaitu dosen hingga mendapat banyak dukungan yang kemudian terpilih menjadi Rektor Unitomo.

Sebagai perempuan ia merasa tak terbebani dengan statusnya sebagai seorang pemimpin. 

Pasalnya saat ia menilik kebelakang banyak perempuan yang sudah berhasil menjadi seorang pemimpin.

"Presiden Indonesia ada yang perempuan (Megawati), Gubernur Jawa Timur juga perempuan (Khofifah Indar Parawansa), Wali Kota Surabaya (Tri Rismaharini) juga perempuan sehingga saya merasa juga bisa mengembangkan Unitomo sebagai rektor," jelas adik bungsu Mahfud MD ini.

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved