Berita Kota Malang

Dikbud Kota Malang Gandeng PHRI, Beri Wadah untuk Seniman Bangkit di Tengah Pandemi Covid-19

Dikbud Kota Malang jalin kerja sama dengan PHRI Kota Malang. Wadahi para seniman dan harap aktivitas seni menggeliat di tengah pandemi Covid-19.

Penulis: Sylvianita Widyawati | Editor: Hefty Suud
TRIBUNJATIM.COM/SYLVIANITA WIDYAWATI
Para seniman membentuk kelompok untuk memilih ketua/koordinator paguyupan dalam pertemuan di Aula Dikbud Kota Malang, Jumat (4/6/2021). 

Reporter: Sylvianita Widyawati | Editor: Heftys Suud

TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kota Malang mengadakan pertemuan dengan para seniman di aula Dikbud, Jumat (4/6/2021).

Pertemuan tersebut dilakukan sambil pemutakhiran data seniman di Kota Malang.

Di acara itu juga disampaikan bahwa Dikbud Kota Malang telah menjalin PKS (Perjanjian Kerjasama) dengan PHRI Kota Malang pada Maret 2021 lalu.

Dalam pertemuan di aula itu sekaligus dilakukan pembentukan paguyupan dan seniman memilih ketua/koordinatornya.

"Sehingga misalkan ada event di hotel, tinggal menyampaikan ke ketua paguyupan," jelas Dian Kuntari, Kabid Pembinaan Kebudayaan, usai kegiatan. 

Baca juga: Dampak Pandemi, Dikbud Kota Malang Salurkan Program Bantuan Sosial ke Pedagang Sekolah dan Seniman

Dengan sudah ada ketua paguyupannya, maka bisa memudahkan komunikasi.

Yang datang di kegiatan itu ada 70 an orang. Terbanyak dari seniman jaranan, kemudian reog, bantengan, tari.

Bidang Kebudayan juga turun ke lapangan untuk mericek data. Ada yang sudah pindah daerah lain.

Ada juga anggota anak-anak yang dibina sudah dewasa dan mereka kuliah tempat lain. Pertemuan juga menyaring harapan dari seniman.

Dikatakan Dian, kerjasama dengan PHRI selanjutnya akan ditindaklanjuti dengan hotel-hotel. Diharapkan bidang kebudayaan juga ingin kegiatan seniman menggeliat.

"Makanya dengan kita menjalin kerjsama dengan PHRI, harapan kita ini sebagai pintu mereka untuk berkarya lagi," paparnya. 

Baca juga: Disparbud Lindungi Ratusan Seniman Lamongan, 120 Anggota Sendakala Divaksin Covid-19

Dari peserta yang datang di pertemuan itu menyatakan pernah dibentuk paguyupan tapi tidak jalan. Namun ada kendala klasik soal komunikasi sehingga tidak jalan. 

Dian menyebut sebelumnya juga ada pertemuan pada Maret 2021 lalu dengan  lembaga/ pranata kebudayaan.

Serta sudah menyelenggarakan kompetisi pada  Januari-April 2021 sebagai "penyengat" pada seniman-seniman.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved