Breaking News:

Berita Nganjuk

DPRD Prihatin dengan Lambatnya Proses Pengajuan Izin Investasi di Nganjuk, DPMPTSP Beri Penjelasan

DPRD mengaku prihatin dengan lambatnya proses pengajuan perizinan investasi di Nganjuk, DPMPTSP pun memberikan penjelasan.

Penulis: Achmad Amru Muiz | Editor: Dwi Prastika
TRIBUNJATIM.COM/ACHMAD AMRU MUIZ
Mal Pelayanan Publik Nganjuk, tempat penerimaan permohonan perizinan investasi di Kabupaten Nganjuk, Jumat (4/6/2021). 

Reporter: Achmad Amru Muiz | Editor: Dwi Prastika

TRIBUNJATIM.COM, NGANJUK - Komisi I DPRD Nganjuk mengaku prihatin dengan lambatnya proses perizinan investasi yang diajukan para investor.

Pasalnya, penyelesaian proses peizinan yang cenderung macet tersebut bertolak belakang dengan upaya menarik investasi ke Kabupaten Nganjuk dalam beberapa tahun terakhir.

Anggota Komisi I DPRD Kabupaten Nganjuk, Suprapto mengatakan, pihaknya mendapatkan informasi ada 84 dokumen permohonan izin pendirian pabrik dari investor yang masuk ke Kabupaten Nganjuk menumpuk di Kantor Layanan Perizinan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Nganjuk.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 12 dokumen perizinan masuk dalam proses pengajuan rekomendasi. Dan sisanya belum jelas sampai dimana prosesnya.

"Kondisi demikian jelas kami prihatinkan, selayaknya proses perizinan yang diajukan oleh para investor yang masuk ke Kabupaten Nganjuk bisa lebih cepat dan dipermudah. Kalau demikian kondisinya, kami rasa banyak investor ragu masuk ke Nganjuk," kata Suprapto seusai gelar rapat kerja dengan DPMPTSP Kabupaten Nganjuk, Jumat (4/6/2021).

Dijelaskan Suprapto, sebelumnya kondisi penumpukan permohonan izin investasi yang masuk ke kantor layanan perizinan DPMPTSP belum pernah ada informasi yang masuk. Hanya saja, secara kebetulan penumpukan permohonan perizinan yang diajukan para pengusaha untuk mendirikan pabrik di kantor layanan perizinan dijumpai oleh Ketua DPRD Kabupaten Nganjuk.

Ketua DPRD yang melakukan kunjungan tanpa sengaja mendapati tumpukan permohonan perizinan yang belum diproses tanpa ada kejelasan.

"Hal itu tentu membuat kami terkejut sekaligus kecewa, mengapa hal itu bisa terjadi dan bertolak belakang dengan upaya menarik investor sebanyak-banyaknya masuk Kawasan Industri Nganjuk (KING)," ucap Suprapto.

Sementara Perwakilan DPMPTSP Kabupaten Nganjuk, Dedy mengatakan, adanya tumpukan permohonan perizinan investasi tersebut disebabkan oleh proses rekomendasi yang belum ada tindak lanjut.

Baca juga: Disnakerkop Nganjuk Maksimalkan Aplikasi Simapkop, Permudah Pelaporan Administrasi Koperasi

Halaman
12
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved