Breaking News:

Berita Madura

Mengenal Perkumpulan UIama BASSRA, Didirikan Kiai Sepuh 4 Kabupaten Madura, Tak Ada Kaitan Politik

Demi mempererat tali persaudaraan antara Kiai dan tokoh ulama se-Madura, para tokoh ulama Madura membentuk perkumpulan yang diberi nama Badan Silaturr

Penulis: Kuswanto Ferdian
Editor: Ndaru Wijayanto
tribun/kuswanto
Suasana saat BASSRA melakukan pertemuan rutin yang diletakkan di kediaman Kiai Muhammad Rofii Baidlowi Pamekasan, Madura, Jumat (30/4/2021) malam lalu. 

Reporter: Kuswanto Ferdian I Editor: Ndaru Wijayanto

TRIBUNJATIM.COM, PAMEKASAN - Demi mempererat tali persaudaraan antara Kiai dan tokoh ulama se-Madura, para tokoh ulama Madura membentuk perkumpulan yang diberi nama Badan Silaturrahmi Ulama Pesantren Madura (BASSRA).

Organisasi BASSRA ini dibentuk tahun 1991 yang digagas oleh sejumlah kiai sepuh di Madura seperti Kiai Abdulah Aschol, Kiai Kholil AG, Kiai Muhammad Rofii Baidlowi, Kiai Tidjani Djauhari dan beberapa lainnya.

Sebelum BASSRA terbentuk, para Kiai-Kiai pendiri sering melakukan silaturahmi antar Pondok Pesantren yang tujuannya untuk mempererat tali persaudaraan tokoh Ulama Madura.

Dari seringnya silaturrahmi itu, tercetuslah ide untuk membentuk forum silaturrahmi antar ulama Madura yang diberi nama Badan Silaturrahmi Ulama Pesantren Madura (BASRA) pada tahun 1991.

Pengurus Pesantren (Ponpes) Al-Hamidy Banyuanyar Pamekasan, Ustaz Nurul mengatakan, BASSRA ini rutin melakukan pertemuan silaturrahmi setiap tiga bulan sekali.

Dalam pertemuan pengurus BASSRA itu, biasanya membahas tentang keumatan di Madura. 

Kata dia, pada Jumat (30/4/2021) malam lalu, BASSRA melakukan pertemuan rutin yang diletakkan di kediaman Kiai Muhammad Rofii Baidlowi Pamekasan.

Saat pertemuan tersebut, bertepatan dengan momentum Haul Akbar Virtual untuk memperingati wafatnya almarhum R KH Abdul Hamid bin Itsbat.

Ketika pertemuan silaturrahmi BASSRA dimulai, para Kiai sepuh membahas perihal kondisi keumatan di Madura dalam segi sosial budaya dan keagamaan.

Serta, tidak ada campur acara serap aspirasi oleh anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) mana pun, dan tidak membahas soal politik apa pun.

"Dalam BASSRA ini tidak ada unsur kepentingan politik dan tidak ada kepentingan politik apapun. BASSRA hadir semata-mata untuk kerukunan umat beragama di Madura dan mempererat tali persaudaraan antara Pengasuh Ponpes," kata Ustaz Nurul kepada TribunJatim.com, Sabtu (5/6/2021).

Ustaz Nurul juga menceritakan, saat pertemuan BASSRA pada beberapa pekan lalu di kediaman Kiai Muhammad Rofii Baidlowi Pamekasan itu, kebetulan dihadiri oleh anggota Komisi V Fraksi PKB DPR RI, H Syafiuddin Asmoro.

Kala itu, H Syafiuddin Asmoro meminta izin kepada pengurus BASSRA untuk menyumbang pemikiran dan tidak ada kaitannya dengan acara serap aspirasi.

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved