Berita Trenggalek

Seluruh Destinasi Wisata di Trenggalek Kembali Dibuka, Pemulihan Ekonomi Jadi Pertimbangan

Seluruh destinasi wisata di Trenggalek kembali dibuka, pemulihan ekonomi jadi pertimbangan. Pengelola dan wisatawan wajib taati protokol kesehatan.

Penulis: Aflahul Abidin | Editor: Dwi Prastika
TRIBUNJATIM.COM/AFLAHUL ABIDIN
Pewisata datang ke Pantai Prigi Kabupaten Trenggalek ketika pemerintah setempat membuka destinasi setelah lama tutup akibat Covid-19. 

Reporter: Aflahul Abidin | Editor: Dwi Prastika

TRIBUNJATIM.COM, TRENGGALEK - Pemerintah Kabupaten Trenggalek kembali membuka seluruh destinasi wisata per 4 Juni 2021.

Pembukaan ini setelah pemkab sempat menutup tempat wisata pada 19 Mei 2021, dampak dari kondisi Covid-19 (virus Corona) di wilayah setempat.

Kebijakan pembukaan destinasi wisata itu tertuang dalam Surat Edaran Bupati Trenggalek Nomor 556/760/406.025/2021.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Trenggalek, Sunyoto menjelaskan, ada beberapa pertimbangan yang membuat pemkab memutuskan untuk kembali membuka destinasi wisata.

"Pertimbangan pertama adalah untuk memulihkan kembali ekonomi masyarakat pelaku jasa dan usaha wisata di Kabupaten Trenggalek," kata Sunyoto, saat dikonfirmasi, Sabtu (5/6/2021).

Menurut dia, dampak penurunan ekonomi para pelaku jasa dan usaha pariwisata di Trenggalek makin meluas setelah penutupan tempat wisata.

Kebijakan membuka kembali destinasi wisata, kata dia, diperlukan untuk membangkitkan kembali ekonomi yang sempat mandek itu.

Baca juga: Kadesnya Meninggal, Desa Salamrejo Trenggalek Akan Gelar Pilkades Antar Waktu

Pertimbangan lain, yakni banyaknya masukan dan referensi perbandingan kondisi Covid-19 dan sektor kepariwisataan di daerah-daerah lain.

"Selain itu, potensi kunjungan wisata di destinasi wisata di Trenggalek selama pandemi relatif terkendali, yakni kurang dari 50 persen dalam satu waktu," kata Sunyoto.

Sejak pandemi Covid-19, Pemkab Trenggalek memang mematok jumlah wisatawan maksimal 50 persen dari kapasitas dalam satu waktu.

Pada praktiknya, jumlah wisatawan yang datang selalu kurang dari jumlah itu.

"Pertimbangan terakhir adalah karena penerapan protokol kesehatan dalam pelayanan kunjungan wisata masih tertib dilaksanakan," sambungnya.

Dalam pembukaan destinasi wisata kali ini, pemkab menekankan kembali pentingnya penerapan protokol kesehatan itu kepada para pengelola tempat wisata.

Rangkaian prosedur protokol kesehatan yang sebelumnya telah dikeluarkan harus dipatuhi. Misalnya, aturan soal adanya pengecekan suhu tubuh di pintu masuk menuju lokasi wisata, penyediaan tempat cuci tangan, dan selalu mengingatkan pengunjung agar memakai masker.

"Penyedia jasa dan usaha wisata harus serius soal protokol karena jika kasus Covid-19 di Kabupaten Trenggalek mengalami peningkatan yang signifikan dan dimungkinkan ada kasus positif dari aktivitas wisata, maka pemkab akan kembali melakukan penutupan," pungkas Sunyoto.

Berita tentang Trenggalek

Berita tentang Jawa Timur

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved