Breaking News:

Berita Mojokerto

Tiga Pelajar Terlibat Pencurian 8 Laptop di Sekolah MI Penompo Mojokerto

Anggota Unit Reskrim Polsek Jetis, Polresta Mojokerto meringkus tiga orang pelajar yang terlibat dalam pencurian Laptop

Penulis: Mohammad Romadoni | Editor: Januar Adi Sagita
istimewa
Ilustrasi pencurian laptop di Jetis, Mojokerto 

Reporter: Mohammad Romadoni | Editor: Januar AS

TRIBUNJATIM.COM, MOJOKERTO - Anggota Unit Reskrim Polsek Jetis, Polresta Mojokerto meringkus tiga orang pelajar yang terlibat dalam pencurian laptop.

Ketiga pelajar bernama LS (17) EA (17) dan ED (17) warga Desa Ngabar tersebut ikut serta mencuri delapan Laptop milik sekolah Madrasah Ibtidaiyah (MI) Roudlotul Muta’alim, Desa Penompo, Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto.

Berdasarkan hasil penyelidikan, pihak Kepolisian juga mengamankan seorang pekerja swasta HR (19) warga Desa Penompo yang diduga kuat merupakan otak pencurian Laptop di sekolah tersebut.

"Jadi ketiga pelajar ini berperan membantu mencuri Laptop namun dari pengakuan mereka otak pencurian adalah pelaku HR," ungkap, Kapolsek Jetis Kompol Soegeng Prajitno, Sabtu (5/6/2021).

Soegeng mengatakan modus operandi pelaku merusak kunci pintu kemudian masuk ke ruangan guru sekolah MI Roudlotul Muta’alim, pada dini hari. Pelaku mencuri delapan Laptop dari berbagai merek yang disimpan di tempat terpisah di laci meja dan lemari ruangan guru tersebut.

"Pelaku mencongkel kunci pintu ruangan guru dan mengambil delapan unit laptop dengan kerugian sekitar Rp.16,5 juta," jelasnya.

Pelaku menjual laptop hasil curian di situs jual beli online dan hasilnya dibagi empat orang. Pihaknya mengamankan barang bukti berupa satu unit Laptop merek Asus dan Laptop Lenovo beserta dashbook yang diduga dibeli dari hasil kejahatan.

"Tujuh laptop sudah dijual ke situs online oleh pelaku dan hasilnya dibagi," ucap Soegeng.

Menurut dia, pelaku HR menjalani pemeriksaan terkait kasus pencurian dengan pemberatan Pasal 363 KUHP dan kini ditahan di Polsek Jetis. Sedangkan, tiga pelaku berstatus pelajar masih meneruskan sekolahnya kini dalam pengawasan yang nantinya akan diserahkan ke Bapas (Badan Pemasyarakatan).

Baca juga: Kasus Covid-19 Lumajang Kembali Naik, 1 Pasien Tertular Setelah Terima Tamu dari Surabaya

"Pelaku berstatus pelajar masih sekolah Daring sehingga kita awasi dan wajib lapor setelah itu kita serahkan ke Bapas," terangnya. (don/ Mohammad Romadoni).

Kumpulan berita Mojokerto terkini

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved