Berita Mojokerto

TPA Karangdiyeng Kembali Beroperasi, Bakal Libatkan Warga dalam Pengolahan Sampah Bernilai Ekonomi

TPA Karangdiyeng di Kecamatan Kutorejo, Kabupaten Mojokerto kembali dibuka. DLH pastikan aktivitas di sana memperhatikan dampak lingkungan sekitar.

Penulis: Mohammad Romadoni | Editor: Hefty Suud
TRIBUNJATIM.COM/MOHAMMAD ROMADONI
Sejumlah truk pengangkut sampah kembali beroperasi di TPA Karangdiyeng, Kecamatan Kutorejo, Kabupaten Mojokerto, Jumat (4/6/2021). 

Pihaknya berharap masyarakat dapat memahami dan mendukung program Pemerintah Daerah khususnya terkait tempat pembuangan sampah ini.

Apabila nantinya kembali timbul gejolak di masyarakat pihaknya akan menampung setiap keluhan dan warga setempat.

"Jika memang nantinya akan ada permasalahan kembali kita masih membuka diri untuk berdialog bersama warga dan termasuk jika ada keluhan pencemaran kami akan turun tangan seperti membuat sumur ataupun PDAM," pungkasnya.

Perlu diketahui, TPA Karangdiyeng diresmikan oleh mantan Bupati Mojokerto, Pungkasiadi, pada Senin 7 Desember 2020.

Setelah diresmikan dan beberapa kali beroperasi mendapat protes dari masyarakat setempat.

Ratusan warga yang didominasi emak-emak bahkan sampai menggelar aksi demonstrasi menolak beroperasinya TPA Karangdiyeng, Kecamatan Kutorejo, Kabupaten Mojokerto.

Mereka melakukan orasi dengan cara mereka duduk bersila memblokir akses jalan tepatnya di depan Balai Dusun, Jaringansari, Desa Karangdiyeng, Sabtu (23/1/2021) lalu.

Warga juga menghadang truk sampah yang hendak menuju TPA Karangdiyeng sehingga sempat terjadi bersitegang antara masyarakat dengan sopir truk pengangkut sampah.

Masyarakat memasang spanduk berisi tuntutan masyarakat Dusun Jaringansari menolak adanya tempat pembuangan sampah yang berada sangat dekat dengan permukiman penduduk sekitar 300 meter.

Aspirasi tuntutan warga Dusun Jaringansari cuma satu yakni menolak keberadaan TPA Karangdiyeng karena berdampak pencemaran lingkungan mulai dari menimbulkan bau tidak sedap yang menyengat, banyak bermunculan lalat dan potensi pencemaran air sumur.

Apalagi, masyarakat merasa tertipu awal  pembangunan tempat itu untuk kepentingan wisata namun ternyata dimanfaatkan sebagai tempat pembuangan sampah yang mencemari lingkungan.

Sehingga warga beramai-ramai protes dan berdampak terhadap penutupan sementara di TPA Karangdiyeng.

Berita tentang Mojokerto

Berita tentang Jawa Timur

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved