Breaking News:

Berita Lamongan

Dandim 0812 dan Kapolres Lamongan Bantu Obat-obatan dan Masker untuk Warga Sidodowo 

Virus Covid -19 klaster hajatan yang menyasar 41 warga Desa Sidodowo Kecamatan menjadi pusat perhatian Forkopimda dan Satgas Covid -19 Lamongan Jawa

Penulis: Hanif Manshuri
Editor: Januar Adi Sagita
TribunJatim.com/ Hanif Manshuri
Dandim 0812 dan Kapolres Lamongan serahkan bantuan sembako, obat - obatan dan masker untuk warga Sidodowo, warga terdampak Covid -19, Minggu (6/6/2021) 

Reporter: Hanif Manshuri | Editor: Januar AS

TRIBUJATIM.COM, LAMONGAN - Virus Covid -19 klaster hajatan yang menyasar 41 warga Desa Sidodowo Kecamatan menjadi pusat perhatian Forkopimda dan Satgas Covid -19 Lamongan Jawa Timur.

Tak terkecuali, Dandim 0812 Lamongan Letkol Inf Sidik Wiyono, dan Kapolres  AKBP Miko Indrayana misalnya, dua anggota Forkopimda   intens memonitoring perkembangan pasca  terjadinya penyebaran Covid - 19 di wilayah belahan barat Lamongan tersebut.

Sidik dan Miko bertandang ke wilayah tersebut membawa bantuan obat yang selama ini dipakai oleh kesatuannya, dan dinilai sangat ampuh.

" Sebanyak  140 paket  obat.  Dan mari bersama-sama kita berjuang selama 2 Minggu ini,  kita tetap taat  Prokes, " kata Sidik, Minggu (6/6/2021).

Meski di dalam rumah, warga  harus tetap mengenakan masker. Jangan menularkan penyakit  yang sudah berdampak kepada keluarga. "Walaupun kita di dalam rumah tetap memakai masker, " katanya.

Kepada warga masyarakat  yang terdampak, untuk  tidak  malu dan sebaliknya juga jangan ada yang menutupi.

"Sampaikan kepada petugas jika ada keluhan. Dan tetap patuhi protokol kesehatan, " katanya.

Baca juga: Alasan Utama Soeharto Makamkan Soekarno di Blitar, Megawati Sebut Keluarga Tak Setuju

Tidak hanya paket sembako, dua anggota Forkopimda ini juga memberi bantuan  sebanyak 750 lembar masker untuk masyarakat Sidodowo.

 Sementara itu, Kapolres Lamongan, AKBP Miko Indrayana mengatakan, pihaknya turun ke masyarakat meminta warga mematuhi protokol kesehatan.
Harus dibiasakan dengan pola hidup baru, seperti pakai masker, cuci tangan pakai sabun di air mengalir dan menghindari kerumunan.

" Babinsa dan Babinkamtibmas bersama - sama setiap saat ada di tengah - tengah warga Sidodowo untuk membantu masyarakat, " kata Miko.
Setiap saat Miko mengaku, selalu memantau perkembangan masyarakat Sidodowo.

Penularan klaster hajatan ini, masih kata Miko, menjadi contoh, bahwa penyebaran Covid-19 itu benar adanya dan pemicunya pada hajatan karena berkerumun, tidak memakai masker.
Ia berharap, warga sadar akan arti penting mentaati Prokes. Semoga kasus di Sidodowo menjadi pelajaran bagi masyarakat untuk meningkatkan kesadaran mentaati imbauan dan larangan terkait Covid-19.

Data perkembangan terakhir yang ada, Desa Sidodowo masih lockdown khusu malam hari. Penyekatan dan penjagaan di pos masuk desa juga semakin diperketat.  (Hanif Manshuri).

Kumpulan berita Lamongan terkini

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved