Breaking News:

Berita Gresik

Ikuti Pelatihan Literasi, Mahasiswa Beasiswa KIP di Gresik Ingin Jadi Pegiat Literasi Kampus

Sejumlah mahasiwa beasiswa Kartu Indonesia Pintar (KIP) Sekolah Tinggi Agama Islam Daruttaqwa (STAIDA) Gresik, mendapatkan pelatihan peningkatan

Editor: Januar Adi Sagita
Istimewa/TribunJatim.com
Mahasiswa STAIDA Gresik ikuti pelatihan peningkatan literasi, Minggu (6/6/2021) 

Editor: Januar AS 

TRIBUNJATIM.COM, GRESIK- Sejumlah mahasiwa beasiswa Kartu Indonesia Pintar (KIP) Sekolah Tinggi Agama Islam Daruttaqwa (STAIDA) Gresik, mendapatkan pelatihan peningkatan literasi dalam rangka untuk pengembangan diri, Minggu (06/06/2021).

Pelatihan tersebut merupakan Program Capacity Building yang bertujuan untuk meningkatkan keterampilan membaca dan menulis mahasiswa. Pelatihan yang bertema Integrating Reading And Writing in The Classroom ini menghadirkan narasumber jurnalis televisi, Angga Purwancara. 

Ketua STAIDA Gresik, Syifaul Qulub mengatakan, pelatihan literasi kali ini ia tekankan untuk meningkatkan kapasitas mahasiswanya agar nantinya mereka bisa secara aktif menjadi pegiat literasi kampus. 

"Sesuai dengan tema kegiatan. Yakni, mengintegrasikan membaca dan menulis, mereka dilatih untuk membiasakan membaca dan menulis secara intens dikelas,"kata Syifaul Qulub.

Menurut Syifaul Qulub, kemampuan membaca dan menulis mahasiswa menjadi modal utama untuk dapat mengikuti kegiatan belajar mengajar di kampus dengan efektif. Sebab, literasi menjadi suplemen utama bagi mahasiswanya untuk mengembangkan daya nalar, pola pikir, dan kekritisannya. 

"Literasi harus terus dibudayakan agar membuat produktivitas mahasiswa meningkat. Selain itu, budaya literasi yang mengakar bisa menjadi pijakan kuat dari seleksi kehidupan yang semakin kompleks,"ungkap Ketua STAIDA yang sekaligus Dosen FEB UNAIR ini. 

Sementara menurut Angga Purwancara, dirinya melatih mahasiswa tersebut untuk menumbuhkan kesadaran literasi di kampus. Sebab lingkungan pendidikan tinggi merupakan tempat yang strategis untuk mengembangkan kebiasaan membaca sekaligus menulis.  

Baca juga: Alasan Utama Soeharto Makamkan Soekarno di Blitar, Megawati Sebut Keluarga Tak Setuju

"Dengan membiasakan membaca dan menulis secara integratif, pola itu akan meningkatkan keterampilan mahasiwa dalam berpikir dan bertindak. Karena dalam konteks yang lebih luas, literasi bermakna melihat, membaca, menyimak, berbicara, menulis dan berinovasi,"tutup pegiat literasi sekaligus aktifis NU ini.

Kumpulan berita Gresik terkini

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved