Breaking News:

Berita Surabaya

Penyekatan Jembatan Suramadu, 50 Pasien Terpapar Virus Corona

Sebanyak 50 orang dinyatakan positif Virus Covid 19 setelah mengikuti swab antigen. Mereka terjaring saat Pemerintah Kota Surabaya, bersama Satpol PP

Penulis: Febrianto Ramadani
Editor: Januar Adi Sagita
TRIBUNJATIM.com/ Febrianto Ramadani
Salah satu pengendara roda dua dari arah madura ke surabaya sedang mengikuti swab antigen, Mereka terjaring saat Pemerintah Kota Surabaya, bersama Satpol PP, Linmas, Polri, dan TNI, menggelar penyekatan, Jembatan Suramadu, Minggu sore (6/6/2021). 

Reporter: Febrianto Ramadani | Editor: Januar AS

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA- Sebanyak 50 orang dinyatakan positif virus Covid-19 setelah mengikuti swab antigen. Mereka terjaring saat Pemerintah Kota Surabaya, bersama Satpol PP, Linmas, Polri, dan TNI, menggelar penyekatan bagi pengendara dari Madura menuju Surabaya, Jembatan Suramadu, Minggu sore (6/6/2021).

Kegiatan itu menimbulkan kepadatan dari arah madura. Baik pengendara roda maupun empat, Petugas memberhentikan laju kendaraan untuk diperiksa kartu identitasnya. Setelah itu, mobil atau motor pengguna jalan dipinggirkan guna mengikuti swab antigen.

Beberapa orang terlihat dipisahkan oleh tenaga medis usai mengikuti swab. Hal ini dikarenakan hasil swab menunjukkan positif virus Corona. Selanjutnya, mereka dilarikan ke rumah sakit dengan menggunakan ambulance.

Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, berharap, semoga Provinsi Jawa Timur, khususnya Provinsi Jawa Timur tidak berubah menjadi zona merah. Menurutnya, diperlukan kerja sama dan sinergitas terhadap seluruh pihak terkait.

"Mulai pagi sudah muncul 50. Semoga tidak nambah lagi. Bahkan tadi ada yang di Rumah Sakit Husada Utama yang diantar saudaranya empat orang. Ternyata yang satu orang, empat yang mengantarkan positif semua," tuturnya.

"Kami sudah mengontak rumah sakit di Surabaya. Karena tidak bisa menahan ke rumah sakit mana. Kami sampaikan kalau ada yang disana bersama keluarga yang mengantarkan untuk dites sekalian," tegasnya.

Eri juga menyampaikan kepada Kapolres, hendaknya orang yang bepergian dari Surabaya ke Madura hendaknya ikut dites sekalian. Sehingga, wilayah di Jatim lainnya tidak terbebani. 

"Perlu satu kesatuan yang sinergi untuk melaksanakan swab ini. Saling menunjang dan saling menguatkan," tuturnya.

Pemkot Surabaya bersama jajaran terkait, lanjut Eri, melakukan ini dengan sekuat tenaga.Kalau jumlah itu bisa bertambah.Pihaknya tidak tahu mau lari kemana. Karena seluruh kota tidak mau berkembang menjadi zona merah.

"Kami satu garis, jangan sampai usaha yang dilakukan bersama sama, sesuai dengan arahan Gubernur Jatim kembali merah. Seharusnya kepala daerah saling menunjang. Apa yang sudah dijelaskan oleh Kapolda dan Gubernur. Kami menjaga betul," ucapnya 

Baca juga: Alasan Utama Soeharto Makamkan Soekarno di Blitar, Megawati Sebut Keluarga Tak Setuju

"Apalagi zona merahnya bukan hanya dari dalam, tapi dari luar. Sama dengan Madura. Sehingga harus menjaga," tuntasnya.

Kumpulan berita Surabaya terkini

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved