Breaking News:

Berita Jatim

RSUD dr Soetomo Surabaya Beri Bantuan Pasokan Obat dan Mobil PCR ke Bangkalan

Tangani lonjakan kasus pasien Covid-19, RSUD dr Soetomo Surabaya beri bantuan pasokan obat dan mobil PCR ke Bangkalan.

Penulis: Sulvi Sofiana | Editor: Dwi Prastika
ISTIMEWA/TRIBUNJATIM.COM/HUMAS PEMKOT SURABAYA
Mobil PCR bantuan dari BNPB saat digunakan di Surabaya, Sabtu (30/5/2020). 

Reporter: Sulvi Sofiana | Editor: Dwi Prastika

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - RSUD dr Soetomo Surabaya sudah siap untuk membantu RSUD Syarifah Ambami Rato Ebu Bangkalan Madura untuk menangani lonjakan pasien Covid-19 (virus Corona).

Apalagi, RSUD Syarifah Ambami Rato Ebu melakukan penutupan IGD mulai 5-8 Juni 2021.

Direktur Utama RSUD dr Soetomo, dr Joni Wahyuhadi mengaku sudah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur dan RSUD Bangkalan untuk ikut membantu penanganan pasien Covid-19.

“Jadi sama-sama bantu Bangkalan, jangan sampai ada masalah. Kita sudah koordinasi dengan RSUD Bangkalan, alat sudah disampaikan apa yang kurang, insyaallah dapat bantuan dari Kemenkes dan obat kami bantukan," urainya saat dikonfirmasi, Minggu (6/6/2021).

Selain itu, pihaknya juga mengirim manajemen penanganan Covid-19, termasuk mobil PCR RSUD dr Soetomo untuk tracing.

Joni mengatakan, saat ini kondisi Covid-19 di Surabaya, khususnya yang ada di RSUD dr Soetomo masih sangat rendah. 

Di RSUD dr Soetomo saat ini total ada 38 pasien dari 250 kapasitas yang tersedia. 

Baca juga: Polisi Lakukan Penyekatan di Jembatan Suramadu, Warga Akan Dites Swab Bila dari Tiga Daerah Ini

“ICU kami sekarang terisi lima pasien, ada dua pasien dari Bangkalan yang juga kita rawat di ICU dan beberapa dirawat di ruang lain. Kemudian, mekanisme sudah kami permudah, apabila ada pasien sedang, berat, dari Bangkalan bisa dirujuk ke Soetomo. Kami sudah punya grup khusus saling komunikasi bantu Bangkalan,” urainya.

Selain itu, ia mengatakan, akan mengambil sampel pasien dari Bangkalan untuk dilakukan whole genome sequencing untuk meneliti apakah ada varian baru atau tidak.

Sebelumnya, penutupan layanan IGD di Bangkalan ini sengaja diambil untuk melindungi tenaga kesehatan.

Sebab, dalam beberapa waktu terakhir terjadi peningkatan kasus Covid-19 yang kemudian juga dialami oleh beberapa tenaga kesehatan hingga meninggal dunia.

Berita tentang Jawa Timur

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved