Breaking News:

Berita Nganjuk

Target Retribusi Pasar Tradisional Capai Rp 4 M, Disperindag Nganjuk Harap Pedagang Kembali Jualan

Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Nganjuk targetkan pendatan retribusi Pasar Tradisional tahun ini mencapai sekitar Rp 4 mil

Penulis: Achmad Amru Muiz | Editor: Ndaru Wijayanto
surya/Amru
Kepala Disperindag Kabupaten Nganjuk, Haris Jadmiko saat ditemui 

Reporter: Achmad Amru Muiz I Editor: Ndaru Wijayanto

TRIBUNJATIM.COM, NGANJUK | Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Nganjuk targetkan retribusi pasar tradisional tahun ini mencapai sekitar Rp 4 miliar.

Target pendapatan retribusi pasar tradisional mengalami kenaikan sekitar Rp 1 miliar dari tahun sebelumnya dengan pendapatan retribusi mencapai Rp 3 miliar.

Kepala Disperindag Kabupaten Nganjuk, Haris Jatmiko mengataka, pendapatan retribusi tersebut berasal dari 33 pasar tradisional yang dikelola Pemkab Nganjuk.

Dimana pihaknya berharap meski masih terjadi Pandemi Covid-19 kondisi pasar tradisional secara bertahap kembali pulih sehingga target retribusi bisa tercapai.

"Itu harapan kami dari pasar tradisional di Kabupaten Nganjuk untuk tetap menyumbang pemasukan untuk PAD (pendapatan asli daerah) lebih besar tahun ini," kata Haris Jatmiko, Minggu (6/6/2021).

Dijelaskan Haris Jatmiko, pendapatan retribusi pasar tradisional untuk PAD Kabupaten Nganjuk yang tahun lalu mencapai sekitar Rp 3 miliar meski ditengah Pandemi covid-19 cukup baik.

Ini tidak lain walaupun terjadi penurunan aktifitas di pasar tradisional tetapi retribusi masih tetap jalan. Ini setelah masih adanya pedagang pasar yang bertahan melayani kebutuhan warga.

Untuk itu, menurut Haris, dengan kondisi berangsur membaik sekarang ini ditengah pandemi covid-19 diharapkan pasar tradisional kembali berangsur pulih.

Dimana pedagang mulai banyak yang kembali membuka lapak daganganya dan pengunjung pasar kembali normal.

"Dari situlah kami harapkan ada peningkatan pendapatan retribusi untuk PAD," ucap Haris.

Meski demikian, ungkap Haris, Disperindag tidak akan memaksa pedagang untuk membuka lapak di pasar tradisional kalau kondisi memang sepi.

Karena apabila pedagang dipaksa membuka kembali lapak daganganya di pasar tradisional dengan kondisi sepi maka justru akan bisa merugikan pedagang sendiri.

"Makanya, kami serahkan kepada pedagang sendiri keputusan untuk kembali berjualan dan membayar retribusi, atau tutup dahulu karena kondisi sepi. Karena  bagaimanapun saat ini masih Pandemi Covid-19 sehingga semuanya harus tetap waspada dalam mencegah penularan virus corona," tutur Haris.

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved