Breaking News:

Berita Gresik

Tim Peneliti dari Mahasiswa UTM Temukan Kandungan Mikroplastik di Sungai Brantas

Kelompok Studi Community of Aquatic Environment (CAER) dari mahasiswa Prodi Manajemen Sumber daya Perairan Universitas Trunojoyo Madura meneliti mikro

Penulis: Sugiyono
Editor: Yoni Iskandar
sugiyono/surya
Tim peneliti dari Kelompok Studi Community of Aquatic Environment (CAER) mahasiswa Prodi Manajemen Sumber daya Perairan UniversitasTrunojoyo Madura meneliti kandungan mikroplastik di Sungai Brantas, Minggu (6/6/2021). 

Reporter : Sugiyono | Editor : Yoni Iskandar

TRIBUNJATIM.COM, GRESIK - Kelompok Studi Community of Aquatic Environment (CAER) dari mahasiswa Prodi Manajemen Sumber daya Perairan Universitas Trunojoyo Madura (UTM) meneliti mikroplastik pada air sungai, air sumur, dan biota. Pengamatan mikroplastik menggunkan mikroskop binokuler dengan perbesaran 40 hingga 100 kali, Minggu (6/6/2021).

Angwildi salah satu tim penepiti Caer, mengatakan, penelitian dilaksanakan sejak bulan April sampai Mei 2021 oleh mahasiswa semester 6.

Dalam identifikasi biota sungai Brantas, wilayah Kecamatan Wringinanom, Gresik ditemukan beberapa fakta yang mengherankan, yaitu biota sungai Brantas sudah mengandung mikroplastik.

Seperti pada biota Sungai Brantas pada bastropoda (keong) terdapat mikroplastik sebanyak 5 partikel/ekor, bivalvia (kerang) terdapat mikroplastik sebanyak 6 partikel/ekor dan udang terdapat mikro plastic sebanyak 1,7 partikel/ekor.

“Beberapa biota sungai Brantas telah positif terkontaminasi mikroplastik. Dari 12 spesies ikan terdapat 17 sampai 90 partikel perekor,” kata Angwildi.

Sementara pada sampel anak sungai Brantas pada Kali Gunting, Kali Marmoyo, Kali Tengah, Kali Pelayaran dan Kali Rowo, positif tercemar mikroplastik, sehingga menyuplai mikroplastik sebanyak 126 sampai 163 partikel/100Liter ke Sungai Brantas.

“Sedangkan pada Sungai Brantas, air permukaan terdapat mikroplastik 37 sampai 73 partikel/100Liter dan untuk air kolom Sungai Brantas terdapat mikroplastik sebanyak 48 sampai 167 partikel/100Lier,” imbuhnya.

Menurut Angwildi, mikroplastik merupakan remahan plastik yang berukuran sangat kecil. Mikroplastik yang paling banyak ditemukan pada hasil penelitian adalah bentuk fiber yang bersumber dari serat tekstil atau limbah cair laundry.

“Bentuk lain yang ditemukan adalah bentuk fragmen, yang berasal dari sedotan, botol air minum kemasan, botol sabun. Bentuk film berasal dari tas kresek, bentuk filamen berasal dari plastik PET, bentuk pellet berasal dari Styrofoam,” katanya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved