Breaking News:

Berita Surabaya

Ulama Pamekasan Madura Mengimbau Agar Masyarakat Menjalin Ukhuwah Demi Kesejukan Jawa Timur

dua ulama Pamekasan, Madura Jawa Timur saat didatangi pemgurus Pagar Nusa, telah mengimbau kepada masyarakat agar tidak mengikuti organisasi

istimewa
KH Moh Munif Sayuti selaku Pengasuh Pondok Pesantren AT - Tauhied Pamekasan, Madura dan KH Moh Idris Hamid MHI, Pengasuh Pondok Pesantren Nasyrul Ulum Bagandan Pemekasan Madura. 

Penulis : Yoni Iskandar | Editor : Yoni Iskandar

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Guna menjaga ketertiban dan kenyamanan di Jawa Timur, Indonesia, supaya dijauhkan dari gejolak atau konflik sesama umat. warga Jawa Timur diharapkan agar selalu waspada dan sangat penting memilih organisasi yang tidak radikal.

Bahkan dua ulama Pamekasan, Madura Jawa Timur saat didatangi pemgurus Pagar Nusa, telah mengimbau kepada masyarakat agar tidak mengikuti organisasi yang merusak negara atau organisasi yang berorientasi radikalisme.

"Semua disini saudara semua jadi jangan perang gara-gara politik. Islam rahmatan lil alamin adalah konsep abstrak yang mengembangkan pola hubungan antar manusia yang pluralis, humanis, dialogis, dan toleran. Selain itu, konsep ini mengembangkan pemanfaatan dan pengelolaan alam dengan rasa kasih sayang," kata KH Moh Munif Sayuti selaku Pengasuh Pondok Pesantren AT - Tauhied Pamekasan, Madura, yang juga tokoh Front Pembela Islam (FPI) di Pamekasan Madura sebelum FPI dibubarkan pemerintah.

Hal yang sama juga diungkapkan oleh KH Moh Idris Hamid MHI, Pengasuh Pondok Pesantren Nasyrul Ulum Bagandan Pemekasan Madura.

Menurut KH Moh Idris Hamid MHI, para Jamaah di Pemekasan khususnya Jawa Timur, tetap harus menjalin hubungan yang sejuk dan damai.

Baca juga: PWNU Jatim Ajak Masyarakat Perangi Tindakan Radikalisme

"Kepada para jamaah sekalian khususnya Pemekasan Madura dan seluruh Jawa Timur. Mari kita jalin Ukhuwah Islamiah jalin silaturahmi diantara kita. Maka akan membawa kedamaian pada kita," ujar KH Moh Idris Hamid MHI, yang juga sebagai salah satu DAI di lingkungan Polres Pamekasan Madura.

Menueut KH Moh Idris Hamid MHI, ukhuwah adalah pemberian Allah, yang tidak bisa dibeli dengan apapun. Ukhuwah yang paling penting yaitu ukhuwah Islamiyah dimana merupakan persaudaraan yang terjalin antara sesama umat Islam yang berlandaskan pada kesamaan aqidah atau keimanan.

Selain mengajak untuk menuju kenyamanan dan damai, ia juga mengingatkan masyarakat umum agar tetap waspada pada kajian-kajian yang membuat salah arah.

"Waspada jangan mengikuti kajian-kajian yang membuat hati kita tambah keras, jangan mengikuti organisasi-organisasi yang dilarang oleh pemerintah. Karena semuanya kita patuhi anjuran Pemerintah, kita patuhi perintah Allah dan perintah Rasulullah," tambah KH Moh Idris Hamid MHI.

KH Moh Idris Hamid MHI menjelaskan, menjalin tali silaturahmi sangat perlu dilakukan warga Indonesia terutama bagi kaum Islam di Jawa Timur.

"Kita jalani ukhuwah diantara kita. Sehingga mendatangkan kesejukan dan kedamaian diantara kita. Dan kita menjadi orang yang bermanfaat bagi masyarakat. Waspada juga jangan sampai kita terjatuh kepada organisasi yang merusak negara kita," pungkas KH Moh Idris Hamid.

Berita tentang Ulama Madura

Penulis: Yoni Iskandar
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved