Breaking News:

Berita Sidoarjo

Jelang Pembelajaran Tatap Muka, Banyak Guru di Sidoarjo Menolak Divaksin

Pemerintah mulai menyiapkan beberapa hal terkait rencana dibolehkannya kembali pembelajaran tatap muka (PTM) di sekolah. Persiapan itu termasuk

Shutterstock by Chaay_Tee
Ilustrasi- guru di Sidoarjo menolak vaksin Covid-19 

Reporter: M Taufik | Editor: Januar AS

TRIBUNJATIM.COM  SIDOARJO – Pemerintah mulai menyiapkan beberapa hal terkait rencana dibolehkannya kembali pembelajaran tatap muka (PTM) di sekolah. Persiapan itu termasuk vaksinasi kepada guru atau tenaga pengajar, penerapan protokol kesehatan di sekolah, dan sejumlah skema untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19 di sekolah.

Sayangnya, tidak semua guru bersedia divaksin. Catatan Dinas Kesehatan (Dinkes) Sidoarjo menyebut, dari ribuan guru yang ada di Sidoarjo, ada sebagian yang menolak vaksinasi. Alasannya pun bermacam-macam.

“Vaksinasi terhadap guru atau tenaga pengajar sudah dilaksanakan sejak beberapa waktu lalu. Tapi ada sebagian guru yang menolak divaksin,” kata Kepala Dinkes Sidoarjo Syaf Satriawarman, Senin (7/6/2021).

Data di Dinkes menyebut, vaksinasi terhadap guru sudah mencapai 96 persen. “Yang empat persen itu menolak divaksin,” tandas dokter Syaf.

Pihaknya berharap, guru yang belum vaksinasi segera ikut divaksin. Sekarang ini stok vaksin di Sidoarjo terbilang cukup. Ada sekira 70.000 dosis vaksin jatah dari pemerintah yang sekarang didapat oleh Kabupaten Sidoarjo.

Vaksin itu juga sudah didistribusikan ke puskesmas-puskesmas di berbagai wilayah Kota Delta. Para guru bisa langsung ke puskemas untuk vaksinasi. Selain itu, yang menjadi prioritas vaksinasi kali ini adalah lansia.

Karenanya, dalam beberapa kesempatan Dinkes selalu mengimbau kepada warga yang berusia tua atau lansia, diharapkan segera ikut vaksinasi ke puskesmas terdekat. “Stok vaksin tersedia, silakan langsung ke puskesmas,” kata Syaf.

Banyaknya guru yang menolak vaksin juga diiyakan oleh Asrofi, Kepala Dinas Pendidikan Sidoarjo. Menurutnya, ada beberapa alasan kenapa sejumlah guru di Sidoarjo tersebut tidak mau atau menolak divaksin.

“Ada beberapa alasan, mereka tidak mau divaksin. Seperti ada yang sedang hamil, ada yang program hamil, dan sebagainya,” jawab Asrofi.

Pihaknya berharap, Dinas dan kepala sekolah bisa berkordinasi serta bekerjasama lebih lanjut terkait program vaksinasi kepada para guru. Karena upaya itu menjadi salah satu langkah penting agar pembelajaran tatap muka bisa secepatnya digelar kembali.

Ketika semua guru sudah divaksin, kemudian penerapan protokol kesehatan di sekolahan berjalan bagus, tentu siswa bisa lebih aman. Potensi penyebaran covid-19 di lingkungan pendidikan pun bisa semakin rendah.

Baca juga: Soekarno Gagal Kabur Saat Soeharto Berkuasa, Pengawal Sebut Akibat 1 Hal hingga Pesan untuk Megawati

Rencana sementara, pembelajaran tatap muka di Sidoarjo akan dimulai awal Juli 2021 mendatang. Makanya, guru yang belum vaksin diharapkan segera ikut vaksinasi, supaya semua rencana bisa berjalan baik.(ufi)
 


Kumpulan berita Sidoarjo terkini

Penulis: M Taufik
Editor: Januar Adi Sagita
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved