Breaking News:

Berita Lamongan

1.646 CJH Lamongan Tidak Bisa Berangkat Ibadah Haji 2021, Kemenag Ingatkan Pentingnya Keselamatan

Sebanyak 1.646 calon  jemaah haji (CJH) asal Lamongan Jawa Timur yang semula di jadwalkan berangkat pada tahun ini harus menerima kenyataan gagal menu

Penulis: Hanif Manshuri
Editor: Ndaru Wijayanto
surya/Hanif Manshuri
Kasi Haji dan Umrah Kemenag Lamongan, Banjir Sidomulyo. Hanif Manshuri 

Reporter: Hanif Manshuri I Editor: Ndaru Wijayanto

TRIBUNJATIM.COM, LAMONGAN - Sebanyak 1.646 calon jemaah haji (CJH) asal Lamongan Jawa Timur yang semula di jadwalkan berangkat pada tahun ini harus menerima kenyataan gagal menuju tanah suci Makkah.

Keputusan Kemenag pusat nomor 660 Tahun 2021 tentang Pembatalan Keberangkatan Jemaah Haji pada Pemberangkatan Ibadah Haji 1442 H/2021 M menjadi ganjalan gagalnya CJH asal Lamongan.

Kasi Haji dan Umrah Kemenag Lamongan, Banjir Sidomulyo mengatakan, pihaknya sudah memberikan keterangan dan pengertian terkait pembatalan haji kepada calon jemaah.

"Sudah kami sampaikan kepada para CJH di Lamongan jika pemberangkatan haji pada tahun ini dibatalkan oleh Kemenag, " kata Banjir, Selasa (8/6/2021) 

Menurutnya, ada beberapa pertimbangan mengapa Kemenag harus meniadakan haji bagi warga Indonesia pada 2021 ini.

"Mengingat keselamatan umat itu lebih penting," katanya.

Tidak hanya itu, Banjir juga menambahkan, jauh hari sebelum diterbitkannya keputusan pembatalan haji ini, pihaknya sudah mengantisipasi hal tersebut.

Yakni dengan memberikan pengertian kepada CJH jika seandainya pemberangkatan haji dibatalkan yang disampaikan saat pelatihan-pelatihan haji yang dilakukan oleh Kemenag.

"Ini juga sudah saya sampaikan kepada para kyai saat mereka melaksanakan  manasik untuk memberikan pengertian kepada para CJH, dan Alhamdullilah semua CJH bisa mengerti dan menerima," ungkapnya.

Banjir menjelaskan, total dari seluruh jamaah haji di Lamongan yang seharusnya berangkat pada tahun ini yakni sekitar 1.646 jemaah haji, tetapi ada yang meninggal sebanyak 32 orang.

Dari yang meninggal ini, hak hajinya diberikan kepada ahli waris, bisa suami atau istri, adik, kakak maupun anak dari jamaah yang meninggal.

Banjir menambahkan, warga CJH diharapkan tetap mempertebal keimanan dan meyakini, bahwa gagalnya CJH pada tahun ini sudah digariskanNya, dengan berbagai kehendakNya.

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved