Breaking News:

Berita Magetan

44 Warga Magetan Keracunan Massal, Alami Diare hingga Muntah Sepulang dari Acara Aqiqah

Sebanyak 44 warga Desa Banjarrejo, Kecamatan Panekan, Kabupaten Magetan, Jawa Timur, keracunan massal setelah mendatangi pesta Aqiqah (potong rambut p

surya/Doni Prasetyo
Korban keracunan massal di Pesta Aqiqoh di Desa Banjarrejo, Kecamatan Panekan, Kabupaten Magetan, Jawa Timur, dari 44 orang tinggal dua orang korban yang di rawat di ruang Melati, Puskemas Panekan setempat. 

Reporter: Doni Prasetyo I Editor: Ndaru Wijayanto

TRIBUNJATIM.COM, MAGETAN - Sebanyak 44 warga Desa Banjarrejo, Kecamatan Panekan, Kabupaten Magetan, Jawa Timur, keracunan massal setelah mendatangi acara Aqiqah (potong rambut pertama).

Namun dokter dan Polisi setempat masih belum menemukan penyebab keracunan massal itu.

"Total sesuai hasil investigasi tim kami dari Puskesmas dan Dinas Kesehatan (Dinkes) ada 44 korban keracunan massal itu, gejalanya diare, pusing dan muntah-muntah. Namun yang dirawat inap di Puskesmas Panekan hanya 8 orang korban yang dirawat dengan gejala keracunan ringan,"kata Kepala Puskesmas Panekan, Kabupaten Magetan dr Rochmad Santoso kepada Surya (grup TribunJatim.com), Selasa (8/6/2021). 

Kejadian ini, lanjut dr Rochmad Santoso, kejadiannya Selasa (1/6/2021) atau sepekan lalu, dan korban yang dirawat di Puskesmas Panekan delapan korban, yang lainnya di bawa ke praktek dokter, dan Rumah Sakit Swasta di Magetan dan RSUD Sayidiman Magetan.

"Di pesta aqiqah itu ada makanan sate gule kambing, snack isinya risoles sayur, lemper isi abon ayam dan rujak crobo. Namun ketika kami ke rumah tempat pesta aqiqah, Sabtu (5/6/2021), sudah tidak menemukan apa apa. Sisa makanan, snack dan rujak crobo sudah tidak ada sisa. Begitu juga piring piring dan gelas yang digunakan menyuguhi makanan di pesta itu sudah bersih,"kata dr Rochmad Santoso.

Dikatakan Kepala Puskesmas Panekan ini, sampai sepekan kejadian, Selasa (8/6/2021), tim dari Puskesmas dan Dinkes belum menemukan makanan penyebab keracunan di pesta aqiqah itu. 

"Kami tidak bisa berbuat banyak. Investigasi kami hanya tanya tanya keluhan korban korban. Alat bukti penyebab keracunan massal itu sudah tidak ada. Semua sudah bersih,"kata dokter Rochmad Santoso yang baru sekitar dua bulan menjabat Kepala Puskesmas Panekan ini.

Terlambat dan tidak mendapat barang bukti penyebab keracunan massal itu juga dialami aparat Kepolisian Sektor Panekan. Bahkan Polisi baru melakukan penyelidikan Selasa (8/6/2021) sepekan setelah kejadian pesta aqiqoh itu.

"Kami tidak ada laporan. Kami mendengar ini dari warga. Setelah kami turun. Semua makanan dan sisa makanan sudah bersih,"ujar Kapolsek Panekan AKP Suwardi kepada Surya (grup TribunJatim.com), Selasa (8/6/2021).

Ditegaskan AKP Suwardi, meskipun terlambat Polisi masih tetap melakukan penyelidikan untuk mengungkap penyebab kasus keracunan massal di pesta aqiqah warga Desa Banjarrejo, Kecamatan Penakan, Kabupaten Magetan itu.

"Penyelidikan kami hanya bisa meminta keterangan warga korban keracunan dengan mendatangi satu per satu korban. Kami akui kesulitan melakukan penyelidikan kasus keracunan massal ini. Walau begitu kami tetap mencari penyebab keracunan massal ini,"tandas AKP Suwardi.

Penulis: Doni Prasetyo
Editor: Ndaru Wijayanto
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved