Breaking News:

Berita Bisnis

Jatim Inflasi 0,27 Persen, Komoditas Ayam Hidup dan Perhiasan Jadi Biang Kerok

Pada bulan Mei 2021, Provinsi Jawa Timur yang terkenal dengan moto "Jer Basuki Mawa Beya" tercatat mengalami inflasi sebesar 0,27 persen.

Penulis: Fikri Firmansyah | Editor: Ndaru Wijayanto
tribunjatim/fikri
Salah seorang warga surabaya nampak sedang membeli emas dan perhiasan di toko emas yang ada di Pasar Wonokromo. 

Reporter: Fikri Firmansyah I Editor: Ndaru Wijayanto

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Pada bulan Mei 2021, Provinsi Jawa Timur yang terkenal dengan moto "Jer Basuki Mawa Beya" tercatat mengalami inflasi sebesar 0,27 persen.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Jatim mengungkapkan, pemantauan terhadap perubahan harga pada tingkat konsumen selama bulan Mei 2021 di delapan kota IHK Jawa Timur memang menunjukkan adanya kenaikan harga di sebagian besar komoditas yang dipantau.

"Hal itulah yang mendorong terjadi kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 0,27 persen yaitu dari 105,48 pada bulan April 2021 menjadi 105,77 pada bulan Mei 2021," ujar Dadang kepada TribunJatim.com, Selasa (8/6/21).

Sementara jika dilihat dari tingkat inflasi tahun ke tahun, inflasi Jatim pada Mei 2021 terhadap Mei 2020 sebesar 1,61 persen.

Menurutnya, Inflasi Jatim pada Mei 2021 ini terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya sebagian
besar indeks kelompok pengeluaran.

Di mana dari sebelas kelompok pengeluaran, sembilan kelompok mengalami inflasi, satu kelompok mengalami deflasi dan satu kelompok tidak mengalami perubahan.

"Kelompok pengeluaran yang mengalami inflasi tertinggi adalah yaitu kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 1,22 persen, diikuti kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 1,17 persen, penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 0,36 persen, kelompok transportasi sebesar 0,35 persen," jelas Dadang.

"Kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,26 persen, kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 0,17 persen, kelompok rekreasi, olahraga dan budaya sebesar 0,15 persen, kelompok kesehatan sebesar 0,09 persen, serta kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 0,01 persen," imbuhnya.

Adapun untuk beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga pada Mei 2021, lanjutnya, antara lain, emas perhiasan, ayam hidup, daging sapi, minyak goreng, apel, jeruk, tarif gunting rambut pria, cat tembok, sop dan tarif kereta api.

Dikatakan pula oleh Dadang, apabila dilakukan pengamatan terhadap sepuluh komoditas yang menjadi penyumbang
utama terjadinya inflasi di masing-masing kota IHK di Jawa Timur.

Didapati komoditas ayam hidup menjadi penyumbang utama terjadinya inflasi di hampir seluruh kota IHK di Jawa Timur kecuali di Jember.

Kemudian disusul komoditas emas perhiasan yang juga turut menjadi penyumbang utama terjadinya inflasi di hampir seluruh kota IHK di Jawa Timur kecuali di Madiun.

"Harga komoditas ayam hidup naik 11,87 persen, sedangkan emas perhiasan naik 3,16 persen," pungkasnya.

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved