Breaking News:

Berita Bondowoso

Muncul Klaster Hajatan di Bondowoso, 4 Orang Kondisinya Parah, Dinkes: Faktor Abai Prokes

Acara hajatan yang digelar di Dusun Pal Sembilan, Desa Bendelan, Kecamatan Binakal, Kabupaten Bondowoso memicu munculnya klaster baru. 

Penulis: Danendra Kusuma
Editor: Ndaru Wijayanto
surya/danendra
Kepala Dinas Kesehatan Bondowoso, Mohammad Imron (kanan) menyampaikan adanya klaster baru hajatan dalam konfrensi pers secara daring, Selasa (8/6). 

Reporter: Danendra Kusuma I Editor: Ndaru Wijayanto

TRIBUNJATIM.COM, BONDOWOSO - Acara hajatan yang digelar di Dusun Pal Sembilan, Desa Bendelan, Kecamatan Binakal, Kabupaten Bondowoso memicu munculnya klaster baru. 

Hasil pemeriksaan tes swab PCR, belasan warga positif covid-19. Penyebaran Covid-19 ini terjadi disebabkan longgarnya protokol kesehatan saat kegiatan berlangsung. 

Kepala Dinas Kesehatan Bondowoso, Mohammad Imron mengatakan pertama kali ditemukannya kasus klaster hajatan tersebut, bermula tatkala ada keluarga pelaksana hajatan yang sakit.

Seorang dari keluarga tersebut mengalami sakit dengan gejala batuk dan pilek. Usai diperiksa, hasil tes swab PCR positif Covid-19.

Tanpa menunggu lama, Satgas Covid-19 Bondowoso melakukan tindakan tracing, tracking, dan testing (3T) kepada warga lain yang menghadiri acara hajatan. Beberapa warga pun dinyatakan positif Covid-19

Rinciannya, 13 orang merupakan warga Dusun Pal Sembilan. Sedang 1 orang lain warga Desa Sumber Tengah, Kecamatan Binakal. 

"Lima orang terkonfirmasi Covid-19 merupakan tuan rumah yang menggelar hajatan. Selebihnya hasil 3T Satgas Covid-19. Peningkatan kasus di Binakal ini merupakan klaster dari kegiatan masyarakat, yakni hajatan," katanya, Selasa (8/6/2021). 

Ia menyebut, titik kasusnya memang ditemukan di tempat tuan rumah yang sedang melakukan hajatan.

Kendati begitu, pihaknya belum dapat memastikan asal-usul penyebab terjadinya penyebaran Covid-19 di acara hajatan

"Mobilitas pasien sebelum hajatan berlangsung tak diketahui pasti apakah pernah singgah di daerah dengan kasus Covid-19 tinggi atau tidak. Tetapi yang jelas faktornya abai protokol kesehatan," jelasnya. 

Ia menyatakan, saat ini 4 orang dirawat di RS karena kondisinya parah. Sementara sisanya masuk kategori orang tanpa gejala (OTG). 

"RT 3 di Dusun Pal Sembilan itu masuk zona merah. Pasalnya, dalam satu RT ada penghuni di 9 rumah positif Covid-19," urainya. 

Namun demikian, pihaknya meminta masyarakat tidak terlalu khawatir. Bertambahnya kasus Covid-19 ini harus ditangani bersama. 

"Kamibberharap, masyarakat tetap mematuhi protokol kesehatan Covid-19 atau 5M (Mencuci tangan, Menjaga jarak, Memakai Masker, Mengurangi mobilitas, dan Menghindari kerumunan)," pungkasnya.

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved