Breaking News:

Berita Situbondo

Putus DBD di Kecamata Kendit, TNI-Polri Bersama Petugas Puskesmas Lakukan Fogging

Putus Demam Berdarah Dengue (DBD), TNI dan Polri bersama petugas Puskesmas Kendit, melakukan fogging di lingkungan rumah warga Desa Tambak Ukir.

Penulis: Izi Hartono | Editor: Hefty Suud
TRIBUNJATIM.COM/IZI HARTONO
Anggota TNI saat melakukan foging di rumah warga Desa Tambak Ukir, Kecamatan Kendit. 

Reporter: Izi Hartono | Editor: Heftys Suud

TRIBUNJATIM.COM, SITUBONDO - Anggota TNI dan Polri bersama petugas Puskesmas Kendit, melakukan fogging di lingkungan rumah warga Desa Tambak Ukir, Kecamata Kendit, Selasa (08/06/2021).

Penyemprotan atau fogging dilakukan setelah salah seorang warga bernama Yusuf, terindikasi terjangkit penyakit gigitan nyamuk Aedes aegypti atau malaria.

Sebelumnya, Babinsa Desa Tambak Ukir, Sertu Mulyono mendapat laporan dari masyarakat kalau ada warga yang terjangkit penyakit malaria.

Selanjutnya,  Sertu Mulyono berkoordinasi dengan Bati Bakti TNI Serma Akhmad Fadli dan mendindaklanjutinya ke Puskesmas Kendit.

Berkat koordinasi yang  baik dan cepat, tim gabungan dari TNI dan Polri serta petugas Puskesmas Kendit melakukan fogging untuk memutus penyebaran penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) tersebut.

Baca juga: Angka DBD Ponorogo Tahun 2021 Turun, Dinkes: Kasus Terbanyak Ada di Kecamatan Sampung

Babinsa Desa Tambak Ukir, Sertu Mulyono mengatakan, selain melakukan fogging, pihaknya juga memberikan sosialisasi kepada masyarakat agar senantiasa menjaga kebersihan lingkungan.

"Jika ada kaleng bekas sebaiknya di kubur, jangan sampai kaleng dibiarkan dan terisi air yang bisa menjadu tempat berkembang biaknya nyamuk itu," kara Sertu Mulyono

Selain itu, lanjut Sertu Mulyono, pihaknya juga meminta agar masyarakat rajin menguras air dibak mandi, sehingga jentik nyamuk tidak dapat berkembang biak.

"Saya harap masyarakat tetap menjaga kebersihan dan juga harus mematuhi protokol kesehatan karena Covid-19 masih ada," katanya.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Kesehatan, Dwi Herman Susilo mengatakan, sejak satu bulan terakhir ini, ada lima kasus yang terjangkit penyakit DBD.

"Dari lima kasus itu tidak yang meninggal dunia, semua kembali sehat setelah ditangani medis," kata Dwi. 

Berita tentang Situbondo

Berita tentang Jawa Timur

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved