Breaking News:

Berita Mojokerto

Seekor Buaya Muncul di Sungai Sadar Mojokerto, Sering Terlihat dan Bikin Resah Warga

Warga Dusun Toyorono, Desa Sukoanyar digegerkan dengan kemunculan seekor buaya di Sungai Sadar, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Mojokerto.

Penulis: Mohammad Romadoni | Editor: Ndaru Wijayanto
surya/Doni
Kolase foto, Petugas BBKSDA Jatim berada di lokasi kemunculan seekor buaya di Sungai Sadar, Dusun Toyorono, Desa Sukoanyar, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Mojokerto, Selasa (8/6/2021). 

Reporter: Mohammad Romadoni I Editor: Ndaru Wijayanto

TRIBUNJATIM.COM, MOJOKERTO - Warga Dusun Toyorono, Desa Sukoanyar digegerkan dengan kemunculan seekor buaya di Sungai Sadar, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Mojokerto.

Buaya berukuran besar itu tiba-tiba muncul dipermukaan air sungai tepatnya di sebelah timur jembatan Sungai Sadar

Kemunculan buaya secara misterius ini sempat terekam dalam video yang tersebar di media sosial Facebook.

Dalam rekaman video berdurasi 0,29 detik itu tampak seekor buaya berukuran kurang lebih sekitar 2 meter. Kemunculan seekor buaya itu terlihat jelas lantaran kondisi air sungai surut.

Sebagian warga mengaku seringkali melihat buaya saat memancing maupun mencari ikan di aliran Sungai Sadar, Kecamatan Ngoro.

Keberadaan buaya yang dekat dengan pemukiman itu membuat masyarakat khawatir lantaran hewan reptil ini dapat membahayakan bahkan mengancam keselamatan warga setempat.

Petugas Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDS) Jawa Timur berada di lokasi untuk memastikan keberadaannya buaya tersebut.

"Kami dapat informasi dari video terkait kemunculan buaya di Sungai Sadar," ungkap Jalal, petugas BBKSDA RKW 09 Wilayah Mojokerto/ Sidoarjo, saat ditemui di lokasi, Selasa (8/6/2021).

Adapun langkah dari BBKSDA Jatim akan berkoordinasi dengan Pemerintah Desa dan Muspika untuk mengantisipasi sekaligus penanganan adanya buaya di Sungai Sadar. Sekaligus mengantisipasi jangan sampai terjadi konflik buaya dengan manusia. 

"Untuk keamanan mengantisipasi adanya konflik (Buaya) terhadap masyarakat karena dikhawatirkan membahayakan " jelasnya.

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved