Breaking News:

Berita Jatim

Sempat Langganan Jadi 'Biang Kerok', Kini Cabai Rawit 2 Kali Menjadi Penghambat Utama Inflasi Jatim

Sempat tiga kali jadi biang kerok inflasi Jatim, Kepala BPS Jatim Dadang Hardiwan sebut kini cabai rawit jadi penghambat inflasi Jatim.

TRIBUNJATIM.COM/FIKRI FIRMANSYAH
Pedagang penjual bumbu dapur di Pasar Wonokromo nampak sedang merapikan cabai rawit yang dijualnya. 

Reporter: Fikri Firmansyah | Editor: Heftys Suud

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Setelah selama 3 bulan beruntun (Januari-Maret 2021) cabai rawit selalu jadi pelanggan tetap penyebab inflasi Jawa Timur (Jatim).

Kini si cabai rawit berhasil jadi penghambat inflasi untuk kedua kalinya.

Berdasarkan laporan yang diinfokan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Jatim sendiri, pada bulan Mei 2021, Jatim mengalami inflasi sebesar 0,27 persen.

Apabila dilakukan pengamatan terhadap sepuluh komoditas yang menjadi penyumbang utama terjadinya inflasi di masing-masing kota IHK di Jawa Timur sendiri.

Baca juga: Jatim Inflasi 0,27 Persen, Komoditas Ayam Hidup dan Perhiasan Jadi Biang Kerok

Ada sejumlah komoditas yang menjadi penyumbang utama terjadinya inflasi, diantaranya komoditas emas perhiasan menjadi penyumbang utama terjadinya inflasi di hampir seluruh kota IHK di Jawa Timur kecuali Madiun.

Komoditas ayam hidup menjadi penyumbang utama terjadinya inflasi di hampir seluruh kota IHK di Jawa Timur kecuali di Jember.

Komoditas minyak goreng menjadi penyumbang utama terjadinya inflasi di hampir seluruh kota IHK di Jawa Timur kecuali di Sumenep dan Malang.

Kemudian komoditas daging sapi menjadi penyumbang utama terjadinya inflasi di hampir seluruh kota IHK di Jawa Timur kecuali di Kediri, Malang dan Madiun.

Halaman
12
Penulis: Fikri Firmansyah
Editor: Hefty Suud
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved