Breaking News:

Berita Madura

Bangkalan Darurat Covid-19, Sebagian Masyarakat di Desa Masih Takut Divaksin

Beragam upaya dilakukan Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Bangkalan dan Provinis Jatim untuk segera mengentas Bangkalan dari kubangan darurat

Shutterstock by Chaay_Tee
Ilustrasi- masyarakat desa di Bangkalan masih takut vaksin Covid-19 

Reporter: Ahmad Faisol | Editor: Januar AS

TRIBUNJATIM.COM, BANGKALAN – Beragam upaya dilakukan Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Bangkalan dan Provinsi Jatim untuk segera mengentas Bangkalan dari kubangan darurat Covid-19, khususnya di empat kecamatan; Kota, Arosbaya, Klampis, dan Geger.

Penyekatan di akses Suramadu sisi Madura sekaligus rapid test antigen terhadap para pengendara tujuan Surabaya dilakukan. Begitu pulan dengan pengerahan sejumlah mobil PCR milik Pemprov Jatim, hingga optimalisasi penerapanan PPKM Mikro.

Ditambah gelaran vaksinasi sebagai upaya meingkatkan imunitas tubuh masyarakat juga dilakukan beberapa puskesmas. Namun di tengah upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19 itu, masih saja terjadi penolakan dari beberapa masyarakat untuk dilakukan vaksin.  

Hal itu disampaikan Kepala Puskesmas Jaddih, Kecamatan Socah, drg Purwanti usai berbincang singkat dengan sejumlah pedagang di Pasar Jaddih sekaligus mensosialisasikan gelaran vaksinasi gratis yang dilakukan di puskemas.

“Tidak bu, saya sehat tidak mau divaksin,” ungkap Purwanti sambil tertawa lepas, Rabu (9/6/2021).

Untuk sebagian masyarakat, lanjutnya, masih butuh getok tular karena memang masih takut, masih belum menerima untuk divaksin. Untuk itu, pihaknya berencana menggandeng tokoh masyarakat untuk memberikan pemahaman tentang pentingnya vaksin.

Gelaran vaksinasi di Puskemas Jaddih dilakukan di salah satu rumah warga di Desa Parseh. Hal itu dikarenakan saat ini Puskesmas Jaddih dalam proses pengosongan sebelum dirobohkan untuk perluasan dan peningkatan fasilitas pelayanan.

Purwanti menjelaskan, pelaksanaan vaksinasi hari ini merupakan lanjutan pemberian vaksin tahap pertama yang dimulai kemarin, Selasa (8/6/2021) dengan sasaran masyarakat usia lanjut dan usia di atas 18 tahun. Total vaksinator sejumlah 12 orang.

“Hari pertama (Selasa), sebanyak 59 orang telah divaksin dari sasaran 100 orang yang ditargetkan dalam selama satu minggu. Hari ini, kami mendapatkan 41 orang. Total masih 100 vaksinasi. Padahal sasaranya hampir 1.000 orang, kami akan terus berupaya hingga terpenuhi,” jelasnya.

Untuk itu, sosialisasi terkait pentingnya pemberian vaksin yang dilakukan para bidan desa, posyandu, bahkan di media sosial Instagram dan WhatsApp akan lebih dioptimalkan. (edo/ahmad faisol)

Kumpulan berita Madura terkini

Penulis: Ahmad Faisol
Editor: Januar Adi Sagita
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved