Breaking News:

Berita Kota Batu

Buntut Kebocoran Data di Empat Daerah, Layanan Kependudukan Online di Kota Batu Dihentikan Sementara

Buntut kebocoran data yang terjadi di sejumlah daerah, layanan kependudukan online di Kota Batu dihentikan sementara.

Penulis: Benni Indo
Editor: Dwi Prastika
TRIBUNJATIM.COM/BENNI INDO
Layanan rekam data penduduk di Dispendukcapil Kota Batu, 2021. 

Reporter: Benni Indo | Editor: Dwi Prastika

TRIBUNJATIM.COM, KOTA BATU - Pelayanan catatan kependudukan secara online di Kota Batu ditiadakan untuk sementara waktu.

Peniadaan ini adalah buntut dari kebocoran data yang terjadi di beberapa kota belakangan ini.

Kepala Bidang Pengelolaan Informasi Administrasi Kependudukan (PIAK), Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Batu, Darmanto menerangkan, data kependudukan di Kota Batu aman.

Ia juga menjelaskan, sebenarnya pendaftaran melalui online di Kota Batu juga aman.

Pasalnya, jaringan pendaftaran secara online tidak langsung terhubung ke sistem informasi administrasi kependudukan. Pendaftaran online yang selama ini diterapkan hanya menampung isian formulir untuk kebutuhan penduduk.

“Jadi pemohon mengisi formulir, lalu petugas kami akan mencocokkan dengan data di Dispendukcapil,” terangnya, Selasa (8/6/2021).

Penghentian sementara ini akan terus berlangsung hingga ada instruksi dari pemerintah pusat.

Sebelumnya, sudah diadakan rapat dengan Kementerian Dalam Negeri mengenai adanya kebocoran data dan penutupan layanan online di seluruh Indonesia.

Baca juga: Sopir Angkot di Kota Batu Akan Divaksin Covid-19 Awal Pekan Depan, Dijatah 100 Orang per Hari

“Penghentian ini setelah ada pemberitahuan dari kementerian. Selanjutnya, kami menunggu instruksi dari pusat untuk membuka lagi,” imbuh Darmanto.

Di sisi lain, Darmanto menerangkan kalau masyarakat Kota Batu lebih suka mengurus dokumen secara langsung. Pasalnya, layanan relatif terjangkau dan mudah diakses.

“Masyarakat sendiri cenderung lebih suka secara langsung karena relatif terjangkau,” ujarnya.

Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Zudan Arief Fakrullah mengatakan, ada empat daerah yang mengalami kebocoran data penduduk. Kebocoran itu terjadi karena ada pihak luar yang meretas. Empat daerah itu terdiri atas Kabupaten Malang, Kota Bogor, Kabupaten Subang, dan Kabupaten Bekasi.

Berita tentang Kota Batu

Berita tentang Jawa Timur

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved