Breaking News:

Berita Tulungagung

Dindikpora Tulungagung Akui Ada SD Merger yang Masih Dapat Kuota Tambahan Guru, Ini Penjelasannya

Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dindikpora) Tulungagung akui ada SD merger yang masih mendapatkan kuota tambahan guru, ini penjelasannya.

Penulis: David Yohanes
Editor: Dwi Prastika
TRIBUNJATIM.COM/DAVID YOHANES
SDN Kampungdalem 4 Tulungagung termasuk satu di antara sekolah yang di-merger, Selasa (9/6/2021). 

Reporter: David Yohanes | Editor: Dwi Prastika

TRIBUNJATIM.COM, TULUNGAGUNG - Ada sejumlah SD di Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, yang tetap mendapatkan formasi guru Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), meski lembaganya sudah digabung (merger).

Temuan ini sempat disampaikan DPD Asosiasi Guru Pendidikan Agama Islam Indonesia (AGPAII) Kabupaten Tulungagung, saat audensi dengan Komisi A DPRD Tulungagung, Selasa (8/6/2021).

Ketua Komisi A DPRD Tulungagung, Gunawan meminta para pihak terkait untuk mengklarifikasi data yang didapat AGPAII.

“Harus ada klarifikasi, benar atau tidak data itu. Kalau memang benar temuan ini, harus ada koreksi,” ujar Gunawan.

Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dindikpora) Kabupaten Tulungagung, melalui Kasi Mutasi dan Promosi, Muhamad Ardian Candra membenarkan temuan itu.

Namun menurutnya, itu muncul karena perkembangan belakangan yang terjadi di sejumlah sekolah.

Di antaranya adanya merger 26 SD negeri di Tulungagung menjadi 10 lembaga.

“SD-SD itu di-merger karena satu halaman, lokasinya berdekatan atau tidak punya murid,” terang Candra.

Merger itu terjadi pada awal tahun 2021 kemarin.

Baca juga: Komisi A DPRD Tulungagung Meminta BKPSDM Mengusulkan Tambahan Formasi Guru Pendidikan Agama Islam

Halaman
12
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved