Breaking News:

Berita Pemprov Jatim

Maroko Segera Realisasikan Investasi Bertotal Rp 9,1 Trilliun di Jawa Timur

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menerima kedatangan rombongan dari Konsulat Kehormatan Maroko di Surabaya Jamal Ghozy yang bertandang ke

surya/ima_zahra21
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menerima kedatangan rombongan dari Konsulat Kehormatan Maroko di Surabaya Jamal Ghozy yang bertandang ke Gedung Negara Grahadi, Rabu (9/6/2021). Fz.surya 

Reporter: Fatimatuz Zahroh I Editor: Ndaru Wijayanto

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menerima kedatangan rombongan dari Konsulat Kehormatan Maroko di Surabaya Jamal Ghozy yang bertandang ke Gedung Negara Grahadi, Rabu (9/6/2021). 

Kedatangan rombongan ini guna membahas kelanjutan rencana Maroko yang akan berinvestasi di Jawa Timur dengan total Rp 9,1 trilliun. Pasalnya Maroko berencana melakukan investasi di sejumlah titik di Jawa Timur. 

Total, ada sebanyak delapan titik investasi yang akan dilakukan Maroko di Jatim, yang dalam waktu dekat akan diwujudkan dengan penandatangan perjanjian kerjasama dengan sektor-sektor terkait. 

Dalam wawancara dengan media, Gubernur Khofifah menjelaskan, kedatangan konsul kehormatan ke Grahadi kali ini menindaklanjuti kerjasama yang telah dilakukan oleh Group of Development Technologies and Construction Companies (GDTC) dengan Pemprov Jatim

"Teman-teman mungkin mendapat informasi tentang GDTC yang akan investasi di Jawa Timur. Jadi proses untuk bisa menindaklanjuti itu, adalah dengan melakukan verifikasi semuanya sehingga proses investasi ini bisa berjalan dengan baik," kata Khofifah

Delapan titik investasi yang akan dijalin dari Maroko di Jatim diantaranya proyek perluasan dan pengembangan pelabuhan terminal umum Probolinggo dengan senilai Rp 2,1 triliun. 

Lalu, proyek pembangunan dan pengoperasian pengolahan air bersih di Kawasan Industri Java Integrated and Ports Estate (JIIPE), Maspion dan NIP dengan PT Air Bersih Jatim, dan proyek pembangunan Puspa Agro dengan PT Jatim Grha Utama.

Selain itu juga ada proyek pembangunan kawasan wisata di Ponorogo dan Ngawi, lalu proyek pembiayaan bisnis jasa sterilisasi, proyek pembangunan tol Pasuruan Probolinggo, serta proyek pembangunan Tol Krian Legundi. 

"Kalau untuk proyek perluasan pelabuhan di Probolinggo, memang cukup luas, perluasannya besar. Ini sudah ada di master plan, di dalam lampiran Perpres No 80 Tahun 2019. Begitu juga Probowangi, ini sudah ada di dalam master plan, tapi kan tidak ada investornya siapa siapa," tegas Khofifah

Dari tujuh titik proyek tersebut, akan ditentukan prioritas yang akan didahulukan yang mana.

Penentuannya akan diketahui setelah penandatangan perjanjian kerjasama dilakukan antara investor dengan BUMD, atau perusahaan yang menangani langsung kerjasamanya. 

"Nilai totalnya sebelumnya tidak sampai segitu, tapi ini bertambah. Prioritas yang mana yang didahulukan, nilainya berapa itu bisa diketahui setelah PKS, jadi kita berterima kasih kedatangan beliau ke sini, dan kita harap bersama agar kerjasama investasi ini mampu mendorong kemajuan Jawa Timur," pungkas Khofifah

Penulis: Fatimatuz Zahroh
Editor: Ndaru Wijayanto
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved